-->

BKM Alhidayah dan Yayasan Cahya Usmani Center Khitan 60 Anak Yatim dan Duafa

Sebarkan:

 

Pengurus BKM Alhidayah bersama Yayasan Cahya Usmani Center menyerahkan santunan secara simbolik kepada anak yatim dan duafa di halaman Masjid Alhidayah, Sabtu (27/6/2026). Istimewa/Hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Alhidayah bersama Yayasan Cahya Usmani Center menggelar khitanan massal bagi 60 anak yatim dan duafa di halaman Masjid Alhidayah, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan sosial ini menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus membantu keluarga kurang mampu memenuhi syariat Islam.

Khitanan massal tersebut terlaksana berkat kolaborasi BKM Alhidayah, Yayasan Cahya Usmani Center, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), serta Tim Bantuan Medis Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (TBM FKIK UMSU).

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan para panitia dan tokoh masyarakat, serta doa bersama sebelum proses khitan dimulai.

Ketua Panitia, H Ahmad Suar Saragih SP, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 60 anak yang berasal dari binaan Yayasan Cahya Usmani Center dan masyarakat sekitar Masjid Alhidayah.

"Khitanan massal ini merupakan bentuk pelaksanaan syariat Islam sekaligus wujud kepedulian sosial BKM, STM, para donatur, dan seluruh pihak yang ikut berkontribusi. Kami berharap kegiatan ini membawa manfaat bagi masyarakat dan menjadi amal jariah bagi semua yang terlibat," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan para donatur, tim medis, serta seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan hingga berjalan lancar.

Ketua BKM Alhidayah, Ir H Erli Hidaya Nurli, menilai kegiatan tersebut memiliki nilai ibadah sekaligus misi kemanusiaan karena membantu masyarakat yang terkendala biaya untuk mengkhitankan anak-anak mereka.

"Kami berharap anak-anak yang dikhitan segera pulih, tumbuh menjadi generasi yang saleh, cerdas, berakhlak mulia, serta berbakti kepada orang tua, agama, bangsa, dan negara," katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada FKIK UMSU, tim medis, donatur, dan seluruh panitia yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Penasihat Yayasan Cahya Usmani Center, Hj Susilawati SH, yang diwakili dr Ryan Noerfitra, mengatakan program khitanan massal merupakan komitmen yayasan untuk terus menghadirkan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Ini bukan sekadar kegiatan khitan massal, tetapi bentuk kepedulian kami untuk berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim dan dhuafa. Semoga program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan," ungkap dr Ryan.

Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak takut menjalani proses khitan karena merupakan bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan dan menjalankan syariat Islam.

Ketua Serikat Tolong Menolong (STM) Perwys Ikhlasyiyah, Ir H Syaiful Bahri, berharap sinergi antara masjid, yayasan, donatur, dan masyarakat dapat terus diperkuat melalui berbagai program sosial lainnya.

Menurutnya, ke depan kegiatan serupa bahkan dapat diperluas dengan menyasar para mualaf di daerah-daerah terpencil sebagai bentuk pelayanan sosial dan dakwah.

"Dulu kami pernah mengadakan program khitan bagi mualaf hingga ke wilayah Tanah Karo. Program seperti itu layak dihidupkan kembali agar manfaatnya semakin luas," ujarnya.

Dari sisi pelayanan medis, dr Asrul yang mewakili tim medis memastikan seluruh proses khitan dilakukan sesuai prosedur kesehatan. Ia juga memberikan semangat kepada para peserta agar tetap tenang selama tindakan berlangsung.

"Khitan merupakan bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kesehatan. Anak-anak tidak perlu takut karena seluruh proses dilakukan secara profesional oleh tim medis," katanya.

Kegiatan berlangsung tertib dan penuh kehangatan. Selain menjalani proses khitan, para peserta juga mendapat perhatian dari panitia dan donatur sebagai bentuk dukungan moril, sehingga diharapkan mampu memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak dan keluarga mereka. (rel)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini