![]() |
| Penampakan pembangunan jalan di kawasan Sipiongot yang sudah dapat dinikmati masyarakat. Pembangunan tersebut dituntaskan di era Gubernur Sumut, Bobby Nasution. Istimewa/Hastara.id |
Penegasan itu disampaikan Bobby saat menghadiri pengajian dan silaturahmi Ikatan Keluarga Dolok Sipiongot dan Sekitarnya (IKDS) di Jalan Menteng Indah, Medan Denai, Minggu (28/6/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus ungkapan syukur masyarakat atas dimulainya pembangunan sejumlah ruas jalan di kampung halaman mereka.
"Ini merupakan kewajiban kami sebagai pemerintah. Kami bersama DPRD Sumut sepakat, kalau membangun suatu daerah jangan sepotong-sepotong. Minimal 40 persen dari total kerusakan jalan harus dituntaskan dalam satu penganggaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," kata Bobby.
Ia menambahkan, pengerjaan juga harus disertai jalur alternatif agar kualitas jalan tetap terjaga selama proses pembangunan berlangsung.
Bobby turut mengenang pengalaman saat pertama kali meninjau langsung kondisi Sipiongot. Perjalanan menuju salah satu desa, katanya, baru berakhir sekitar pukul 02.00 WIB setelah melintasi jalan rusak di tengah hutan. Setibanya di lokasi, ia disambut warga lanjut usia yang masih menunggu sambil menabuh rebana sebagai bentuk penghormatan.
"Melihat langsung kondisi masyarakat saat itu membuat saya meneteskan air mata. Sejak itu saya bertekad, selama masa jabatan saya, pembangunan jalan ini harus diwujudkan karena manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam jangka panjang," ujarnya.
Upaya mempercepat pemerataan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara meningkatkan anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) secara signifikan. Jika sebelumnya alokasi pembangunan jalan dan sungai sekitar Rp500 miliar, pada 2026 anggaran tersebut meningkat menjadi Rp1,9 triliun yang difokuskan untuk pembangunan jalan di berbagai daerah.
Dalam kesempatan itu, Bobby juga menerima prosesi adat upah-upah dari tokoh masyarakat sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa keselamatan.
Penasihat IKDS, Ihwan Ritonga, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Sumut terhadap pembangunan di Sipiongot. Menurutnya, berdasarkan catatan para tokoh masyarakat, kawasan tersebut baru kali ini menikmati pembangunan infrastruktur secara menyeluruh sejak Indonesia merdeka.
"Sudah 81 tahun Indonesia merdeka, baru pada masa kepemimpinan Pak Gubernur Bobby Nasution daerah kami tersentuh pembangunan secara total. Dulu anggaran hanya cukup untuk membangun sekitar dua kilometer jalan, sekarang tiga ruas utama di Dolok Sipiongot hingga Huta Baru sedang dikerjakan," ujar Ihwan.
Ia berharap pembangunan tersebut terus berlanjut hingga menjangkau 17 desa lainnya di kawasan perbatasan yang terhubung dengan Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Rantauprapat, dan Tapanuli Selatan.
Kegiatan itu turut dihadiri pimpinan perangkat daerah Pemprov Sumut, Ketua Umum IKDS, pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Dolok Sipiongot KH Abdul Effendi, para tokoh adat, kepala desa, serta ratusan warga dan jamaah pengajian IKDS. (has)

