MEDAN, HASTARA.ID — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution membantah tudingan bersikap arogan usai meninggalkan ruang sidang paripurna DPRD Sumut yang diwarnai dinamika, baru-baru ini. Bobby menegaskan, keputusannya meninggalkan ruang rapat bukan karena enggan mengikuti sidang, melainkan lantaran rapat tidak dapat dilanjutkan akibat kuorum anggota dewan tidak terpenuhi.
"Yang dipermasalahkan bukan kehadiran gubernur atau eksekutif. Yang dipersoalkan itu kuorum. Kuorum itu harus dihadiri dua pertiga dari seluruh anggota dewan," ujar Bobby menjawab wartawan usai menghadiri penandatanganan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Kamis (30/7).
Menurut Bobby, polemik yang terjadi dalam sidang paripurna sejatinya bukan menyangkut kehadiran gubernur maupun unsur eksekutif, melainkan ketentuan tata tertib DPRD mengenai syarat kuorum. Ia menjelaskan, dari pihak eksekutif seluruh unsur yang diwajibkan telah hadir dan memenuhi kewajiban, termasuk dirinya sebagai gubernur.
Bobby juga mengaku telah menunggu hingga larut malam agar jumlah anggota dewan yang hadir memenuhi syarat kuorum. Namun karena jumlah anggota tidak mencukupi, rapat tidak dapat dimulai sehingga ia memutuskan meninggalkan lokasi.
"Saya hadir di sana sampai tengah malam. Kalau tidak kuorum, tidak akan ada jalan juga. Kecuali berjalan lancar sesuai tatibnya. Ini tiba-tiba saya keluar, terus saya dibilang arogan," ujarnya.
Menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Antoni yang menilai tindakannya arogan, Bobby justru meminta pihak yang melontarkan kritik tersebut mempelajari kembali mekanisme persidangan, khususnya terkait aturan kuorum.
"Menurut saya, coba suruh belajar lagi yang mengatakan itu. Saya sudah pernah mengalami hal serupa dulu waktu di Medan, saat kami dari eksekutif mempertanyakan soal kuorum, dan dijawab kami tidak punya hak untuk itu," katanya.
Bobby menegaskan, tidak ada alasan bagi dirinya untuk tetap berada di ruang sidang ketika rapat secara aturan belum dapat dibuka karena syarat kuorum belum terpenuhi.
"Jadi kemarin karena tidak kuorum, ya kami keluar. Karena memang rapatnya tidak akan mulai juga. Jadi itu, suruh belajar lagi," pungkasnya. (has)
