MEDAN, HASTARA.ID — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Medan dalam rangka mengikuti Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026).
Dari gedung DPRD Kota Medan, keduanya bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyaksikan secara langsung siaran Sidang Tahunan MPR RI yang dirangkai dengan penyampaian Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rapat paripurna yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dibuka Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen. Hadir pula Ketua TP PKK Kota Medan, Airin, Pj Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi, anggota DPRD, pimpinan perangkat daerah serta para camat se-Kota Medan.
Suasana berlangsung khidmat. Rico Waas dan Zakiyuddin tampak serius menyimak sejumlah isu strategis yang disampaikan Presiden Prabowo, terutama mengenai ketahanan ekonomi nasional, investasi, program prioritas pemerintah hingga efisiensi pengelolaan badan usaha milik negara.
Klaim Tumbuh 5,61 Persen
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah gejolak geopolitik dan perang dagang global.
Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat mencapai 5,61 persen pada kuartal I sekaligus semester I 2026. Menurut Presiden, angka tersebut menjadi capaian tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
Pemerintah pun optimistis pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 dapat melampaui target 5,4 persen dan bergerak menuju angka 6 persen. Di sektor investasi, Prabowo menyampaikan realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931 triliun dengan penyerapan sekitar 2,7 juta tenaga kerja.
Sementara pada semester I 2026, investasi telah mencapai Rp1.010 triliun dan menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja. Presiden menegaskan pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir pembangunan.
“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan investasi yang meningkat bukanlah tujuan utama. Tujuan akhir dari berbagai program pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat,” kata Prabowo.
Selain ekonomi, presiden juga memaparkan perkembangan sejumlah program prioritas nasional, di antaranya Koperasi Desa Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemerintah juga menempatkan pembentukan Danantara sebagai salah satu langkah strategis dalam melakukan restrukturisasi dan optimalisasi aset badan usaha milik negara.
Prabowo menyebut langkah efisiensi telah dilakukan terhadap sejumlah BUMN yang dinilai tidak produktif. Hingga kini, sebanyak 290 BUMN tidak produktif disebut telah ditutup. Kebijakan tersebut diklaim mampu menghemat anggaran negara sekitar Rp50 triliun. Nilai penghematan itu bahkan diproyeksikan meningkat hingga Rp70 triliun pada akhir 2026. (rel)
