Rico meminta Kementerian Perhubungan segera menyempurnakan desain pembangunan BRT, terutama pada setiap persimpangan jalan yang dinilai menjadi titik krusial dalam pengoperasian transportasi massal tersebut.
"Kami sudah meminta laporan perkembangan terakhir. Yang kami butuhkan dari pemerintah pusat adalah desain di setiap intersection atau persimpangan karena jalurnya cukup panjang," ujar Rico menjawab wartawan, Kamis (30/7/2026).
Pemerintah Kota Medan terus mengawal proyek strategis tersebut agar implementasinya tidak hanya mengutamakan aspek teknis, melainkan memperhatikan kenyamanan masyarakat serta wajah kota di masa depan.
Selain desain jalur, Rico memberi perhatian khusus terhadap konsep penghijauan di sepanjang koridor BRT. Menurutnya, kehadiran transportasi publik modern tidak boleh menghilangkan pepohonan yang selama ini menjadi paru-paru sekaligus mempercantik Kota Medan.
"Saya juga meminta konsep penghijauannya seperti apa. Pohon-pohonnya harus tetap ada karena kita ingin Kota Medan tetap hijau," tegasnya.
Salah satu kawasan yang menjadi fokus pembahasan adalah Jalan Gatot Subroto. Dengan lebar jalan yang cukup besar, Rico menilai penataan jalur BRT harus dirancang secara detail agar mampu mengakomodasi transportasi massal tanpa mengurangi kenyamanan pengguna jalan maupun mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
"Contohnya di Jalan Gatot Subroto. Penampang jalannya besar, nanti potongan jalannya seperti apa, desainnya bagaimana, itu yang sedang kami minta dari Kementerian Perhubungan. Sebenarnya rancangan dasarnya sudah ada, tetapi kami ingin semuanya dimatangkan," ungkap dia.
Rico berharap Kementerian Perhubungan memberikan pendampingan secara intensif selama proses pembangunan sehingga proyek BRT dapat berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Ia menegaskan, kehadiran BRT bukan sekadar menghadirkan moda transportasi baru, tetapi menjadi warisan pembangunan yang mampu meningkatkan kualitas layanan transportasi publik sekaligus mengurangi kemacetan di Kota Medan.
"Kami berharap mendapat asistensi dari Kementerian Perhubungan agar pelaksanaannya efektif, efisien, dan berkelanjutan. Kami ingin BRT ini menjadi legacy yang baik bagi masyarakat Kota Medan, menghadirkan transportasi umum yang lebih nyaman sekaligus menjadi salah satu solusi mengurangi kemacetan," pungkasnya. (has)
