![]() |
| Suasana rapat triwulan IV/2025 Komisi IV bersama jajaran Dinas SDABMBK Kota Medan, Senin (5/1/2026). Istimewa/Hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Lailatul Badri, mendesak Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) menunjukkan kinerja yang lebih serius dalam menangani persoalan banjir.
Menurutnya, langkah penanggulangan banjir sebenarnya dapat dimulai dari hal sederhana, yakni memastikan seluruh drainase di Kota Medan bersih dari lumpur dan sampah agar aliran air lancar.
“Pastikan dulu seluruh drainase yang ada di Kota Medan bersih dan air mengalir lancar. Dengan begitu, banjir akan berkurang dan lebih cepat surut,” ujar Lailatul Badri saat rapat evaluasi triwulan IV/2025 bersama Dinas SDABMBK di gedung dewan, Senin (5/1/2026).
Politisi PKB yang akrab disapa Lela itu menilai, selama beberapa tahun terakhir Pemko Medan rutin mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar per tahun untuk penanggulangan banjir. Sayang hasilnya dinilai belum maksimal karena banjir masih kerap terjadi, bahkan hujan singkat sudah menyebabkan genangan di permukiman warga.
Ia mengungkapkan, salah satu penyebab utama adalah tidak berfungsinya sistem drainase. Banyak saluran air dipenuhi lumpur, sampah, hingga semak belukar, serta tidak terhubung antara drainase sekunder dan primer.
“Akibatnya air tidak mengalir. Sistem drainase kita buruk karena tidak terkoneksi dengan baik,” ujarnya.
Pihaknya pun menyoroti pembangunan drainase yang dinilai dilakukan secara sporadis tanpa perencanaan terintegrasi. Kondisi tersebut diperparah dengan kemiringan atau elevasi aliran sungai yang tidak optimal, sehingga air tidak mengalir dengan baik.
“Pembangunan terkesan acak dan akhirnya sia-sia karena salurannya tidak terhubung,” katanya.
Karenanya ia meminta pada 2026 Dinas SDABMBK fokus melakukan normalisasi seluruh drainase dan sungai, serta memastikan konektivitas antara saluran primer dan sekunder. Tak hanya itu, Lela juga menyoroti keberadaan kolam retensi di kawasan Martubung yang dinilai belum berfungsi optimal. Berdasarkan peninjauan, saluran menuju kolam dan pembuangan air dinilai terlalu kecil sehingga menghambat aliran air.
“Ada pembangunan parit yang kurang tepat di sana. Ini perlu diperbaiki agar fungsi kolam retensi maksimal,” ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Gibson Panjaitan, menyatakan pihaknya menyambut baik masukan dari DPRD. Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan normalisasi sungai serta peninggian tanggul di sejumlah titik rawan banjir. Selain itu, koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWS) II juga akan terus ditingkatkan guna mendukung normalisasi sungai di Kota Medan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat penanganan banjir,” pungkasnya. (has)
