-->

LMP Sumut Tegaskan Dualisme Kepengurusan Berakhir, Fokus Perkuat Konsolidasi Hingga Pelantikan

Sebarkan:

 

Segenap pengurus dan anggota Mada LPM Sumut diabadikan bersama usai menggelar rakor konsolidasi pada Senin (1/6/2026). Istimewa/Hastara.id

MEDAN, HASTARA.ID — Markas Daerah (Mada) Laskar Merah Putih (LMP) Sumatera Utara menegaskan bahwa dualisme kepemimpinan yang sempat terjadi di tubuh organisasi kini telah berakhir. Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi (rakor) dan konsolidasi pengurus di Sekretariat Mada LMP Sumut, Komplek Summer Villa, Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, Senin (1/6/2026).

Rakor yang dipimpin langsung Ketua Mada LMP Sumut, Rukun Sembiring, itu dihadiri jajaran pengurus, kader, serta perwakilan LMP dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara. Turut mendampingi Sekretaris Daerah Bobby O. Zulkarnain dan Bendahara Jaman Ginting.

Dalam arahannya, Rukun Sembiring menegaskan bahwa seluruh elemen LMP Sumut kini telah berada dalam satu barisan kepengurusan yang sah dan diakui organisasi.

“Saat ini LMP di Sumatera Utara sudah melebur menjadi satu. Tidak ada lagi dualisme kepemimpinan. Kepengurusan Mada LMP Sumut yang telah ditetapkan menjadi satu-satunya kepemimpinan organisasi di daerah ini,” tegasnya.

Ia menilai penyatuan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat eksistensi dan peran organisasi di tengah masyarakat. Karena itu, seluruh kader diminta mengedepankan persatuan dan meninggalkan perbedaan yang selama ini berpotensi memecah soliditas organisasi.

“Momentum ini harus dijaga bersama. Kita sudah bersatu, tidak ada lagi kelompok-kelompok yang berbeda. Kebersamaan dan kekompakan menjadi kunci kemajuan organisasi ke depan,” ujarnya.

Rukun juga mengungkapkan bahwa hingga kini kepengurusan LMP telah terbentuk di 23 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Dengan struktur organisasi yang semakin lengkap, Mada LMP Sumut mulai mempersiapkan agenda pelantikan kepengurusan yang direncanakan berlangsung pada September 2026.

Selain memperkuat konsolidasi internal, pihaknya juga membuka ruang rekonsiliasi bagi seluruh kader dan anggota yang ingin kembali bergabung dalam semangat persatuan.

“Kami siap mengakomodasi seluruh aspirasi kader dan anggota LMP se-Sumatera Utara. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung proses penyatuan ini,” katanya.

Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Mada LMP Sumut, M. Hatta Akhiri Siregar, menegaskan bahwa rekonsiliasi menjadi langkah strategis untuk mengakhiri perpecahan yang sempat terjadi di tingkat kader.

Menurutnya, seluruh elemen organisasi perlu memfokuskan energi pada penguatan kelembagaan dan pengembangan program kerja, bukan lagi mempertahankan perbedaan yang pernah muncul.

“Mari kita tinggalkan perbedaan dan membangun rekonsiliasi. Kita percayakan kepemimpinan Mada LMP Sumut kepada Rukun Sembiring untuk membawa organisasi menjadi lebih baik,” ujarnya.

Hatta menjelaskan, dalam rakor tersebut juga dilakukan penyatuan visi dan misi organisasi sesuai arahan pengurus pusat. Langkah itu diharapkan menjadi fondasi bagi penguatan organisasi hingga ke tingkat kabupaten/kota.

“Hari ini telah dilakukan penyatuan visi dan misi di Sekretariat Mada LMP Sumut sesuai petunjuk MTDP H. Ade Erfil Manurung dan Ketua Umum H.M. Arsyad Cannu. Kami berharap seluruh kader dapat menjaga kekompakan dan soliditas organisasi,” katanya.

Rakor dan konsolidasi tersebut menjadi momentum penting bagi LMP Sumut untuk memperkuat struktur organisasi pascapenyatuan kepengurusan, sekaligus mematangkan persiapan menuju pelantikan pengurus yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026. (rel)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini