-->

Aek Sigeaon Jangan Sekadar Dibangun, GMKI-FAJI-PASS Dorong Jadi Ikon Wisata Tarutung

Sebarkan:

 

Ketua GMKI Tapanuli Utara Amos Derebi didampingi pengurus harian Obeth Nabi bersama Ketua FAJI Tapanuli Utara sekaligus Koordinator PASS, Frans Manalu mendorong Pemkab Taput membuka ruang diskusi lintas instansi untuk mengintegrasikan pembangunan Aek Sigeaon dengan pengembangan wisata sungai, olahraga air dan ekonomi masyarakat. O. Sihombing/Hastara.id 

TAPUT, HASTARA.ID — Pembangunan kawasan Aek Sigeaon di Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, didorong agar tidak berhenti pada infrastruktur fisik semata. 

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Taput dan Lembaga Pature Aek Sigeaon-Situmandi (PASS) meminta pemerintah membuka ruang diskusi lintas instansi untuk merancang kawasan tersebut menjadi destinasi wisata sungai sekaligus ikon pariwisata daerah.

Dorongan itu disampaikan seiring pembangunan penambahan DUM di kawasan Aek Sigeaon yang tengah berjalan, Rabu (9/9/2026). Ketua GMKI Taput Amos Derebi menilai pembangunan Aek Sigeaon perlu dibicarakan secara terbuka dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, pembangunan tidak semestinya hanya mengejar fungsi infrastruktur, tetapi juga harus melihat potensi besar sungai tersebut untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata.

“Kami menilai ruang diskusi ini penting untuk memastikan pembangunan yang dilakukan tidak hanya mendukung fungsi infrastruktur, tetapi juga dapat mengembangkan potensi Aek Sigeaon sebagai kawasan wisata sungai sekaligus ikon pariwisata di Tarutung,” ujar Amos.

Forum lintas instansi diperlukan untuk menyatukan visi pemerintah, instansi teknis, komunitas, pelaku olahraga air, serta kelompok masyarakat dalam menentukan arah pengembangan Aek Sigeaon ke depan.

Ketua FAJI Taput sekaligus Koordinator PASS, Frans Manalu, ikut mendorong agar pembangunan Aek Sigeaon diintegrasikan dengan pengembangan potensi wisata sungai, termasuk keterkaitannya dengan Aek Situmandi.

Frans menilai Aek Sigeaon memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi ruang wisata dan aktivitas olahraga air yang pada akhirnya dapat menciptakan perputaran ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

“Pengembangan Aek Sigeaon sebagai objek wisata juga diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi dilanjutkan dengan perencanaan kawasan dan aktivitas wisata yang mampu menarik wisatawan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Apabila dikelola secara terencana, pengembangan kawasan sungai tersebut berpotensi membuka peluang usaha bagi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Taput. Karena itu, GMKI, FAJI dan PASS mengusulkan agar pembahasan melibatkan sejumlah instansi terkait, antara lain UPT Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Utara, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, Dinas Pekerjaan Umum Taput, Dinas Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata, dan Bappeda Tapanuli Utara.

Ketiga organisasi tersebut juga meminta Bupati Jonius Taripar Hutabarat memfasilitasi pertemuan lintas instansi di lingkungan Pemkab Taput. Mereka berharap forum tersebut menghasilkan konsep pengembangan Aek Sigeaon yang tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi antara kepentingan infrastruktur, kelestarian lingkungan, olahraga air, pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (os)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini