![]() |
| Gubernur Bobby Nasution menepung tawari calon jemaah haji Sumut 2026 di Aula Raja Inal Kantor Gubsu, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (20/4). Istimewa/Hastara.id |
Pernyataan itu disampaikan Bobby saat menghadiri acara doa bersama dan tepung tawar bagi calon jemaah haji Sumut 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Senin (20/4/2026).
“Kita sangat menyayangkan, kemarin di tempat ini juga ada kegiatan yang disebut Halal Bihalal, tapi justru berakhir dengan pertumpahan darah,” ujar Bobby.
Halal Bihalal menurut dia seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarsesama, bukan justru memicu konflik. Ia menegaskan, nilai utama kegiatan tersebut adalah saling memaafkan dan menjaga keharmonisan.
“Makna Halal Bihalal itu adalah saling memaafkan, menjaga silaturahmi. Bukan menimbulkan keributan atau masalah baru,” tegasnya.
Selain menyampaikan kekecewaan, Bobby juga meminta jajarannya segera melakukan evaluasi terhadap penggunaan fasilitas di lingkungan Kantor Gubernur Sumut. Ia menekankan pentingnya pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kita minta ke depan penggunaan ruangan ini benar-benar diperhatikan. Jangan sampai kejadian seperti kemarin terulang lagi, apalagi sampai menimbulkan kerugian,” katanya.
Ia juga menyinggung adanya dampak kerugian akibat insiden tersebut, termasuk potensi pemborosan anggaran yang semestinya bisa dihindari. Bobby berharap seluruh pihak menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran untuk menjaga ketertiban dan kondusivitas dalam setiap kegiatan, terutama yang mengusung nilai keagamaan dan kebersamaan.
“Menjaga kondusivitas bukan hanya tanggungjawab penyelenggara, tetapi juga seluruh peserta. Jadikan setiap kegiatan benar-benar sesuai dengan makna dan tujuannya,” pungkas Bobby. (has)
