Kolaborasi tersebut mengemuka dalam audiensi yang berlangsung di ruang direksi Perumda Tirtanadi Sumatera Utara, Kamis (23/4/2026). Pertemuan dihadiri Ketua Kompil David Susanto, Wakil Ketua Rivai Parinduri, dan Sekretaris Lilik Riadi Dalimunthe. Mereka diterima langsung oleh Direktur Air Limbah Perumda Tirtanadi Sumut, Ikrimah Hamidy, didampingi Kepala Divisi Operasional Pelayanan Limbah Iwan Hamsar Siregar.
Dalam pertemuan itu, Kompil memperkenalkan diri sebagai komunitas yang bergerak di bidang edukasi, advokasi, dan kolaborasi masyarakat dalam mendukung pengelolaan air limbah.
Ketua Kompil, David Susanto, menyampaikan bahwa persoalan limbah tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menyangkut kualitas kesehatan dan masa depan kota.
“Kami ingin mendorong kesadaran bahwa pengelolaan limbah bukan sekadar urusan rumah tangga, melainkan tanggung jawab bersama untuk menciptakan kota yang sehat,” ujarnya.
Wakil Ketua Kompil, Rivai Parinduri, menambahkan bahwa isu sanitasi masih kerap terabaikan dibandingkan persoalan lain seperti banjir dan sampah. Padahal, sistem pengelolaan limbah yang baik menjadi salah satu fondasi utama pembangunan kota yang berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Kompil, Lilik Riadi Dalimunthe, menegaskan pihaknya siap menjadi mitra strategis pemerintah dan BUMD dalam menyosialisasikan pentingnya layanan pengelolaan lumpur tinja kepada masyarakat.
“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai pengamat, tetapi turut aktif dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Air Limbah Tirtanadi, Ikrimah Hamidy, menyambut baik inisiatif Kompil. Ia menilai kolaborasi dengan komunitas menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemahaman publik terhadap layanan air limbah.
Menurutnya, selama ini persoalan limbah kerap luput dari perhatian karena tidak terlihat secara langsung. Namun, dampaknya dapat dirasakan luas ketika terjadi masalah.
“Perumda Tirtanadi tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan peran komunitas untuk menjembatani komunikasi dengan masyarakat agar layanan ini tidak hanya berjalan secara teknis, tetapi juga diterima secara sosial,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Kompil juga menawarkan Ikrimah Hamidy untuk menjadi pembina komunitas. Tawaran tersebut disambut positif, dan Ikrimah menyatakan kesediaannya untuk mendukung Kompil dalam mendorong perubahan di sektor sanitasi.
Audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi menuju pengelolaan sanitasi yang aman dan berkelanjutan, sejalan dengan target pembangunan sanitasi nasional pada 2030. (rel)
