-->

Ketua Dekranasda Taput Dorong Peningkatan Mutu dan Daya Saing Produk Pelaku UMKM

Sebarkan:

 

Ketua Dekranasda Kabupaten Tapanuli Utara, Neny Angelina, memberikan pemaparan saat diskusi bersama camat, kelompok tani, dan pelaku UMKM di Desa Sabungan Nihuta I dan Desa Sabungan Nihuta III, Kecamatan Sipahutar, Kamis (23/4/2026). Diskominfo Taput/Hastara.id

TAPUT, HASTARA.ID — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tapanuli Utara, Neny Angelina Purba, mendorong peningkatan mutu dan daya jual produk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) saat melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Sipahutar, Kamis (23/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Neny yang juga Ketua TP PKK Taput didampingi Tim PKK dan Dekranasda Taput. Kegiatan diawali dengan diskusi bersama Camat Sipahutar Hendrik Simanjuntak, kelompok tani wanita, petani nanas, serta pengurus TP PKK kecamatan.

Sejumlah persoalan strategis menjadi pembahasan dalam pertemuan itu, di antaranya serangan penyakit kuning pada tanaman nanas serta ketersediaan pupuk subsidi yang dinilai masih menjadi kendala bagi petani.

Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan ke sentra UMKM pengolahan selai nanas di Desa Sabungan Nihuta I dan Desa Sabungan Nihuta III. Di lokasi tersebut, Neny memberikan arahan langsung kepada pelaku usaha terkait peningkatan kualitas produk, inovasi varian rasa, hingga penerapan standar produksi yang lebih baik guna meningkatkan nilai jual.

Ia menegaskan, Dekranasda Taput berkomitmen memberikan dukungan nyata bagi pelaku UMKM, mulai dari fasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), legalitas usaha, hingga pengembangan kemasan (packaging) produk agar lebih kompetitif di pasar.

“Dekranasda akan terus hadir mendampingi pelaku UMKM agar mampu berkembang dan memiliki daya saing yang lebih tinggi,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan pelaku usaha, sehingga UMKM lokal di Tapanuli Utara dapat tumbuh dan berkelanjutan. (os/rel)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini