-->

Kader PDI Perjuangan Sumut Gotong Royong Bantu Pelajar Karo Terdampak Keracunan MBG

Sebarkan:

 

Suasana pengurus PDI Perjuangan Sumut menyerahkan tali asih kepada pelajar terdampak dugaan keracunan program MBG di Kabupaten Karo, Sabtu (3/10/2026). Bantuan diberikan dalam bentuk tabungan melalui BRI sebagai bentuk kepedulian dan pendampingan kepada siswa serta keluarga terdampak. Istimewa/Hastara.id 

KARO, HASTARA.ID — Pengurus DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara memberikan tali asih kepada para pelajar yang terdampak dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo. Bantuan tersebut diserahkan di Gedung Kesenian Open Stage Taman Mejuah-Juah, Berastagi, Sabtu (3/10/2026).

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut pesan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri agar kader hadir di tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi sulit.

“Pesan beliau kepada kami agar kader selalu berada di tengah masyarakat, hadir dalam suka maupun duka, memberikan penguatan dan membantu masyarakat melewati masa-masa sulit,” ujarnya. 

Menurut Rapidin, Megawati juga telah menanyakan perkembangan kondisi pelajar Karo yang terdampak MBG. Ia berharap dukungan yang diberikan dapat membantu pemulihan sekaligus memberi penguatan kepada anak-anak dan keluarga.

Tali asih diberikan dalam bentuk tabungan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI). Siswa yang mengalami kondisi berat hingga dirujuk mendapat Rp2,5 juta, siswa yang menjalani rawat inap Rp500 ribu, sedangkan siswa terdampak yang tidak menjalani perawatan mendapat Rp300 ribu.

Rapidin menegaskan bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong kader. Kegiatan serupa akan dilanjutkan ke daerah lain, termasuk Deli Serdang dan Asahan. Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Karo, Peri Edisonta Milala, menyebut terdapat 495 siswa terdampak MBG yang terdata di sejumlah sekolah di Berastagi.

Rinciannya, SD Yayasan Bersama 28 siswa, SMP Yayasan Bersama 43 siswa, SMA Yayasan Bersama 54 siswa, SMA Negeri 1 Berastagi 325 siswa, dan SMK Negeri Merdeka Berastagi 45 siswa. Dari jumlah tersebut, 396 rekening bantuan telah tercetak, sedangkan 99 rekening lainnya masih dalam proses karena terdapat perbaikan data NIK.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut, Soetarto, mengatakan pihaknya juga terus memantau kondisi siswa, termasuk yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Ketua DPRD Karo, Iriani Br Tarigan, menegaskan PDI Perjuangan bersama Fraksi PDI Perjuangan DPRD Karo akan terus mengawal persoalan tersebut, termasuk menyampaikan aspirasi orang tua siswa kepada Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi anak-anak yang mengalami kejadian seperti ini. Program MBG tetap kita dukung, tetapi pelaksanaannya harus terus diperbaiki, termasuk tata kelolanya, agar keamanan dan kesehatan anak-anak menjadi perhatian utama,” ujar Iriani.

PDI Perjuangan Sumut menyatakan bantuan tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian, tetapi juga bagian dari pendampingan terhadap siswa dan keluarga yang terdampak persoalan MBG di Sumut. (has/rel)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini