![]() |
| Suasana genangan air di titik kota Tarutung saat banjir menerjang wilayah itu, belum lama ini. Istimewa/Hastara.id |
TAPUT, HASTARA.ID — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) memprioritaskan perbaikan sistem drainase di sejumlah titik terdampak banjir sebagai langkah penanganan pascabencana yang terjadi beberapa waktu lalu. Upaya ini dilakukan secara bertahap sebagai bentuk respons cepat pemerintah dalam mengatasi genangan air yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat.
Fokus penanganan saat ini dilakukan melalui pembersihan saluran drainase di kawasan pusat Kota Tarutung, tepatnya di Jalan DI Panjaitan, Jalan Sisingamangaraja, dan Jalan Raja Johannes Hutabarat. Kegiatan tersebut menitikberatkan pada pengangkatan material yang menyumbat saluran air sehingga aliran dapat kembali lancar.
Melalui dinas terkait, Pemkab Taput menegaskan bahwa salah satu penyebab utama tersumbatnya drainase adalah penumpukan sampah yang menghambat kapasitas saluran dalam menampung debit air. Karena itu, normalisasi drainase dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah genangan berulang.
Dengan perbaikan ini, diharapkan aliran air dapat terdistribusi dengan baik ke dalam saluran, sehingga tidak lagi meluap ke badan jalan, permukiman warga, maupun kawasan pertokoan di sepanjang jalur tersebut.
Pemkab Taput juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan di saluran drainase. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mencegah terjadinya banjir di masa mendatang. (os)
