![]() |
| Pemain belakang Adhyaksa FC berusaha menekan penyerang PSMS Medan, Clayton, dalam duel ketat di Stadion Utama Sumut yang berakhir imbang 1-1. Istimewa/Hastara.id |
DELI SERDANG, HASTARA.ID — Laga kandang PSMS Medan kontra Adhyaksa FC berjalan ketat, berakhir imbang 1-1 dengan dua kartu merah melayang dari wasit.
Ambisi membawa pulang tiga poin dari markas PSMS Medan, guna mengamankan puncak klasemen pun melayang dari angan Adhyaksa FC kala bertanding di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Sabtu (25/4/2026) malam.
Atmosfer laga langsung panas ketika kick off ditiup, Adhyaksa FC sebegitu bernafsu mempermalukan PSMS Medan dihadapan pendukung. Persis menit ke-5, gawang tuan rumah nyaris robek akibat blunder namun gagal dimanfaatkan Adilson bomber tamu karena mampu dipatahkan penjaga gawang PSMS Medan, Reky Rahayu.
Seakan sudah saling mengetahui gaya main masing-masing kesebelasan, adu taktik pun tak terelakkan. Hingga memasuki menit akhir sebelum turun minum, PSMS Medan mampu unggul lewat sepakan terukur Arif Setiawan menggetarkan jala gawang Adhyaksa.
Memasuki 45 menit kedua, pelatih Adhyaksa, Ade Suhendra, langsung memasukkan dua tenaga baru guna mengejar ketinggalan. Tekanan demi tekanan menghunjam pertahanan PSMS Medan.
Hal tak diinginkan akhirnya menjadi cerita baru dalam drama pertarungan dua tim berbeda nasib ini. Penjaga gawang, Reky Rahayu, diganjar kartu merah persis di menit ke-50. Setelah keluar dari sarang coba selamatkan bola namun berbenturan dengan Adilson.
Rekomendasi VAR akhirnya membuat wasit mengusir Reky. PSMS Medan harus bermain sepuluh, Gunandi masuk sebagai penjaga gawang setelah Clayton terpaksa ditarik.
Alih-alih menekan, Adhyaksa harus rela dengan sepuluh pemain, Razan Akbar, menerima kartu kuning kedua karena menghantam pemain PSMS di sektor kiri pertahanan ketika tuan rumah melancarkan counter attack. Kedua tim pun bermain sepuluh lawan sepuluh.
Nasib baik pun berpihak kepada tim tamu, setelah dihadiahi penalti dari Lawita yang memimpin pertandingan. Menit ke-76, skor menjadi 1-1 setelah Adilson sukses menjadi algojo dari titik putih.
Sisa 14 menit waktu normal tak dapat dimanfaatkan kedua kesebelasan guna menambah gol. Pemain tuan rumah bermain lugas mengamankan wilayah pertahanan, sedangkan tamu terkesan sedikit tergesa-gesa bahkan menjurus frustasi.
Hasil tersebut, membuat Adhyaksa tak mampu puncaki klasemen bahkan kehilangan singgasana pimpinan klasemen sementara. Sementara itu, tuan rumah bertahan di tengah klasemen dan lolos dari ancaman degradasi.
Adhyaksa FC kantongi 48 poin harus tergeser ke peringkat 2 Grup 1. Harus puas melewati jalur playoff untuk promosi. Sementara rival abadinya, Garudayaksa FC (49 poin) , naik ke puncak setelah menang atas Sriwijaya FC. Selisih dua poin menjadi jarak yang teramat berharga dengan dua laga tersisa.
Pelatih Adhyaksa, Ade Suhendra, merasa sangat kecewa. "Babak pertama kami terlalu defensif. Perubahan di babak kedua membuahkan gol, tapi itu tidak cukup. Kami harus menang di laga terakhir lawan Sriwijaya. Jika tidak, playoff sudah di depan mata," kata Ade.
"Saya tidak mau menjudge wasit. Saya merasa dirugikan, tapi secara teknis, kami gagal mencuri poin," diplomasi dia.
Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, justru merasa lega. "Anak-anak sudah bermain maksimal. Sayangnya, kami tak bisa mempersembahkan kemenangan di momen HUT PSMS. Tapi saya apresiasi perjuangan mereka. Reky Rahayu pasti absen lawan Persiraja nanti, tapi Gunadi tampil cukup memuaskan. Kita evaluasi untuk laga tandang terakhir," pungkas Eko. (jie)
