![]() |
| Sekretaris Fraksi PKS DPRD Sumut, Abdul Rahim Siregar. Istimewa/Hastara.id |
Peristiwa itu terjadi di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumatera Utara, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, saat acara berlangsung. Kericuhan pecah di tengah kegiatan, yang kemudian berujung pada dugaan aksi kekerasan terhadap sejumlah kader.
Salah satu korban, Muslimin, dilaporkan mengalami pemukulan oleh sejumlah oknum alumni KAMMI. Korban disebut sempat menerima beberapa pukulan sebelum diamankan petugas Satpol PP dan dikeluarkan dari lokasi acara.
Situasi semakin memanas saat proses pengamanan berlangsung. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan kekerasan berlanjut di ruang transit kantor gubernur. Dalam kejadian tersebut, Abdul Rahim Siregar yang juga menjabat sebagai Ketua KAKAMMI Sumut diduga menampar seorang kader. Selain itu, muncul pula dugaan adanya ancaman terhadap kader lain.
Atas kejadian tersebut, para korban melaporkan Abdul Rahim Siregar yang merupakan Anggota DPRD Sumut Fraksi PKS ke Polda Sumatera Utara. Laporan itu tercatat dengan nomor: STTLP/B/608/IV/2026/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA.
Sedikitnya enam orang dilaporkan menjadi korban dalam insiden tersebut. Lima di antaranya bahkan harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Haji Medan akibat luka yang dialami. Abdul Rahim Siregar juga merupakan Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Sumut.
Pihak kepolisian diharapkan segera menindaklanjuti laporan tersebut dan mengusut tuntas peristiwa yang terjadi, termasuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Ketua PW KAMMI Sumut, Irham Sadani Rambe, menyayangkan kericuhan tersebut. Ia mengungkapkan, konflik diduga dipicu ketidakkonsistenan terhadap kesepakatan yang telah dibuat sebelum acara berlangsung.
Menurut Irham, dalam pertemuan pada Jumat (17/4/2026), Abdul Rahim Siregar telah berkomitmen bahwa kegiatan halal bihalal tidak akan disisipi agenda lain, termasuk pelantikan kepengurusan versi berbeda. Namun, kesepakatan tersebut dinilai tidak dijalankan, sehingga memicu kekecewaan sejumlah kader dan berujung pada kericuhan. (red)
