TAPUT, HASTARA.ID — Johnson Silaban terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Tapanuli Utara periode 2026–2029 dalam Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) di Aula Hotel Palapa Tarutung, Selasa (27/10/2026).
Kepengurusan baru diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas organisasi sekaligus memperkuat peran pers dalam mengawal pembangunan daerah.
Muskablub tersebut dihadiri seluruh anggota SMSI Taput dan berlangsung melalui mekanisme persidangan organisasi. Pelaksanaannya merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Pengurus SMSI Provinsi Sumatera Utara Nomor 023/KPTS/SMSI-SU/IX/2026 tentang Penunjukan Pelaksana Tugas Ketua SMSI Taput Masa Bakti 2025–2028.
Keputusan itu memperhatikan hasil rapat pleno Pengurus SMSI Sumut pada 9 September 2026 serta mosi tidak percaya yang disampaikan 13 pengurus dan anggota SMSI Taput tertanggal 14 Agustus 2026.
Proses Muskablub diawali dengan sidang pleno pertama yang membahas pengesahan tata tertib acara dan pemilihan pimpinan sidang. Selanjutnya, pleno kedua menetapkan tata tertib pelaksanaan Muskablub.
Pengurus SMSI Sumut Benny Pasaribu didampingi Agus Utama didapuk sebagai pimpinan sidang tetap, dan Hengky Tobing dari SMSI Taput. Memasuki pleno ketiga, peserta melaksanakan penjaringan calon ketua.
Dalam tahapan tersebut, hanya Johnson Silaban yang menyatakan diri maju sebagai calon. Setelah kelengkapan administrasi diperiksa, peserta Muskablub menetapkannya sebagai ketua secara aklamasi.
Terpilihnya Johnson diharapkan menjadi momentum untuk mengakhiri dinamika internal organisasi, memperkuat konsolidasi anggota, serta mengaktifkan kembali kegiatan SMSI Taput.
Ketua SMSI Provinsi Sumatera Utara, Erris J Napitupulu, menegaskan pentingnya peran media dalam mengawal pembangunan daerah melalui fungsi kontrol sosial. Menurutnya, insan pers tetap harus kritis terhadap kebijakan pemerintah, tetapi kritik yang disampaikan harus proporsional dan tidak didasari kebencian.
“Siapa pun pemimpin Kabupaten Tapanuli Utara harus tetap kita dukung dalam konteks pembangunan. Kritik silakan, tetapi jangan ada unsur benci,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa dukungan pers terhadap pembangunan daerah harus ditempatkan dalam kerangka kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah, tanpa menghilangkan independensi serta tanggung jawab jurnalistik.
Erris juga mengingatkan pentingnya menjaga sejarah dan kontribusi SMSI Taput terhadap perkembangan organisasi media siber di Indonesia. Ia menyebut pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 di Kabupaten Tapanuli Utara sebagai salah satu momentum penting yang turut mengangkat nama SMSI. “SMSI Taput sudah menjadi tonggak sejarah besarnya SMSI,” katanya.
Meski demikian, Erris mengakui aktivitas organisasi SMSI Taput belakangan belum berjalan optimal. Karena itu, ia berharap kepengurusan di bawah kepemimpinan Johnson Silaban dapat membangkitkan kembali semangat berorganisasi dan meningkatkan kontribusi nyata bagi daerah.
“Kami berharap kepada ketua yang baru agar memberikan waktu dan pikiran untuk SMSI Tapanuli Utara. Organisasi ini harus kembali aktif dan memberikan kontribusi,” tegasnya.
Kepengurusan baru SMSI Taput ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas antar-anggota, menjaga profesionalisme jurnalistik, serta membangun komunikasi yang konstruktif dengan pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi pers, dan berbagai elemen masyarakat.
Kepemimpinan baru juga diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi perusahaan media siber di Tapanuli Utara untuk meningkatkan kualitas pemberitaan, menyampaikan informasi yang berimbang, serta menjalankan fungsi kontrol sosial secara bertanggung jawab. (os)
