-->

Lima Tahun Sekolah Kesulitan Air Bersih, Rico Waas Janji Tuntaskan Tahun Ini

Sebarkan:

 

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas berdialog dengan warga saat kegiatan Safari Ashar di Masjid Al-Muflihin, Jalan Sei Deli, Kelurahan Silalas, Medan Barat, Selasa (3/11/2026). Hasby/Hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Persoalan pelayanan dasar masyarakat menjadi keluh kesah yang tak terelakkan dalam kegiatan Safari Ashar Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Masjid Al-Muflihin, Jalan Sei Deli, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat, Selasa (3/11/2026).

Dalam dialog terbuka bersama ratusan jamaah, Rico Waas menerima sejumlah keluhan warga, mulai dari sekolah yang kesulitan mendapatkan air bersih selama lima tahun, bantuan pendidikan, keberlangsungan usaha kecil, hingga drainase yang memicu banjir dan kebutuhan fasilitas kematian bagi keluarga kurang mampu.

Keluhan paling mendesak disampaikan Abidin Batubara, guru Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 067954. Ia mengungkapkan, sekolah tempatnya mengajar di wilayah Kecamatan Medan Petisah sudah sekitar lima tahun mengalami kesulitan air bersih.

Mendengar persoalan tersebut, Rico langsung meminta jajaran terkait turun melakukan pengecekan dan memastikan penyebab terhambatnya pasokan air.

“Air harus bisa masuk ke sekolah. Saya minta dicek bagaimana persoalannya, dan tahun ini harus bisa diselesaikan,” tegasnya. 

Pernyataan itu menjadi perhatian karena kebutuhan air bersih merupakan fasilitas mendasar bagi lingkungan pendidikan, terlebih persoalan tersebut disebut telah berlangsung lebih dari lima tahun. 

Keluhan lain datang dari Yani, warga Lingkungan VI, Kelurahan Silalas. Ia mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga karena hanya berjualan di Lapangan Merdeka setiap Minggu dan bekerja sebagai tenaga pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Yani berharap Pemko Medan dapat membantu biaya pendidikan anaknya yang kini duduk di kelas III SMA sekaligus memberikan solusi agar dirinya tetap bisa berjualan tanpa melanggar ketentuan.

Menurut Rico, bantuan beasiswa untuk jenjang SMA merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Meski demikian, ia meminta jajaran kecamatan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mencari kemungkinan solusi.

Sementara terkait usaha dagangnya, wali kota meminta dilakukan pendataan dan pemeriksaan perizinan agar usaha tersebut dapat ditata serta berpeluang memperoleh dukungan melalui program pemberdayaan UMKM Pemko Medan.

“Kita akan carikan solusi agar ibu tetap bisa berjualan dengan mengikuti aturan yang berlaku. Usahanya juga perlu ditingkatkan, mulai dari izin, penataan hingga fasilitas yang bisa kita bantu,” ujarnya.

Minta Tenda dan Keranda

Persoalan kepedulian sosial juga mengemuka. Seorang warga meminta Pemko Medan menyediakan tenda dan keranda bagi masyarakat kurang mampu, khususnya keluarga yang tidak tergabung dalam Serikat Tolong Menolong (STM) atau tidak sanggup membayar iuran ketika mengalami kemalangan.

Menanggapi permintaan tersebut, Rico Waas menyatakan fasilitas itu akan disiapkan melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Kekompakan menjadi kunci untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada. Penyediaan tenda dan keranda akan kita siapkan melalui OPD Pemko Medan,” kata politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini. 

Selain itu, warga mengeluhkan kondisi drainase yang dinilai tidak pernah dibersihkan secara optimal. Akibatnya, genangan air saat hujan bahkan dilaporkan masuk ke dalam rumah warga.

Rico lantas meminta camat dan lurah bersama OPD terkait segera memeriksa kondisi parit serta menelusuri persoalan aliran air yang menyebabkan banjir.

Ia mengingatkan agar penanganan tidak sebatas membersihkan drainase, tetapi juga mencari akar persoalan sehingga genangan dan banjir tidak terus berulang.

Salurkan Bantuan Rp50 Juta

Safari Ashar tersebut merupakan bagian dari program Pemberdayaan Rumah Ibadah Masjid Pemerintah Kota Medan Tahun 2026. Rico menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar agenda ibadah bersama, melainkan kesempatan bagi pemerintah untuk mendengar langsung persoalan masyarakat.

“Saya ingin memanfaatkan waktu ini untuk berinteraksi dan mendengar berbagai persoalan maupun aspirasi warga agar dapat kita carikan solusinya,” ungkapnya.

Turut mendampingi wali kota, Penjabat Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi dan para pimpinan perangkat daerah, camat dan lurah setempat. Pemko Medan turut menyerahkan bantuan secara simbolis kepada BKM Masjid Al-Muflihin berupa dana pembangunan sebesar Rp50 juta, benih ikan, serta satu unit alat pembersih AC.

Ketua BKM Al-Muflihin, Abdul Rahman Lubis, mengapresiasi kunjungan tersebut. Ia menyebut Rico sebagai Wali Kota Medan pertama yang berkunjung ke masjid itu.

“Baru Pak Rico Waas Wali Kota Medan pertama yang mengunjungi masjid kami ini,” ujarnya yang disambut gema takbir ratusan jamaah.

Rico kemudian menegaskan seluruh jajaran Pemko Medan mulai dari camat, lurah hingga pimpinan OPD, harus merespons setiap keluhan masyarakat secara cepat dan tepat. Menurutnya, setiap aspirasi yang disampaikan warga harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret, bukan berhenti sebatas dialog dan janji. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini