-->

Banjir Besar Lumpuhkan Medan, Kantor Gubernur Sumut Ikut Terendam

Sebarkan:

 

Kantor Gubernur Sumut di Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, ikut terendam banjir dampak Intensitas hujan yang mengguyur Kota Medan sejak Rabu hingga Kamis, 27 November 2025. Pran Hasibuan/Hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Banjir besar kembali menghantam Kota Medan pada Kamis (27/11/2025), melumpuhkan aktivitas warga dan memperlihatkan rapuhnya infrastruktur dasar kota. Sejumlah ruas jalan protokol tak bisa dilintasi, kendaraan mogok di mana-mana, dan bahkan Kantor Gubernur Sumatera Utara—ikon pusat pemerintahan provinsi—ikut terendam.

Air mulai masuk ke kawasan kantor gubernur di Jalan Pangeran Diponegoro sejak sore hari. Genangan merembes hingga ke halaman, ruang wartawan, dan kantin. Rembesan air berasal dari dua jalur utama yang kerap menjadi titik banjir: Jalan Pangeran Diponegoro dan Jalan Kartini.

Demi menghindari korsleting listrik, petugas perlengkapan terpaksa memutus aliran listrik. Gedung pusat pemerintahan itu pun gelap gulita—sebuah pemandangan yang jarang terjadi dan memantik pertanyaan publik tentang mitigasi bencana di pusat kota.

Tak jauh dari sana, banjir juga menggenangi Jalan Teuku Daud, Jalan RA Kartini hingga Jalan Zainul Arifin tepat di depan Sun Plaza. Situasi semakin parah ketika sebuah pohon besar tumbang di Jalan Kartini, menutup badan jalan dan membuat lalu lintas lumpuh total.

Suasana gelap gulita di Kantor Gubernur Sumut di tengah banjir merendam kantor tersebut, Kamis malam. Pran Hasibuan/Hastara.id

Banjir pada hari ini merupakan akumulasi hujan ekstrem yang mengguyur Medan sejak Rabu (26/11/2025) malam dan tak mereda hingga esok harinya. Intensitas hujan yang tinggi membuat sejumlah kawasan dikepung air dengan ketinggian bervariasi, mulai sebatas lutut hingga mencapai paha orang dewasa.

Pantauan wartawan di lapangan, sejumlah pengendara motor dan mobil terpaksa menghentikan perjalanan karena mesin kendaraan mati setelah memaksa menerobos banjir di berbagai titik. Kondisi ini menambah panjang daftar kerugian warga akibat banjir yang terus berulang setiap tahun.

Hingga Kamis malam, hujan berintensitas sedang masih membasahi kota, memperbesar potensi banjir susulan dan mempertegas persoalan utama: sistem drainase Kota Medan yang tak kunjung tuntas dibenahi. (prn)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini