-->

Pascabencana, Bisukma Group dan SPPG Simangumban Salurkan Bantuan Makanan ke Warga Terdampak

Sebarkan:

 

Pendiri Bisukma Group Taput, Erikson Sianipar bersama tim SPPG menyalurkan bantuan makanan di Kecamatan Simangumban. O. Sihombing/Hastara.id
TAPUT, HASTARA.ID — Pascabencana yang melanda Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), bantuan kemanusiaan terus mengalir bagi warga terdampak. Kali ini, Bisukma Group bersama perwakilan Badan Gizi Nasional melalui SPPG Simangumban menyalurkan bantuan makanan siap santap.

Bantuan tersebut diserahkan melalui posko penanganan bencana dan diterima langsung oleh Camat Simangumban, Rini Sinaga, bersama warga terdampak di lokasi, Rabu (29/4/2026).

Penyaluran bantuan ini menjadi respons atas kondisi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan pascabencana. Kebutuhan makanan siap saji menjadi salah satu hal mendesak, khususnya bagi warga yang masih bertahan di sekitar posko pengungsian.

Sejumlah relawan dan petugas turut terlibat dalam proses distribusi guna memastikan bantuan dapat segera diterima masyarakat secara merata.

Pendiri Bisukma Group Taput, Erikson Sianipar, mengatakan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama asupan makanan di tengah situasi darurat.

“Kami berupaya turun langsung ke lapangan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga saat ini,” ujar Erikson, Kamis (30/4/2026).

Ia juga menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam membantu percepatan penanganan dampak bencana.

Suasana di posko penanganan bencana pun memperlihatkan keterlibatan aktif berbagai elemen, mulai dari relawan hingga warga setempat. Interaksi yang terjalin mencerminkan semangat gotong royong di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih.

Diharapkan, kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sembari proses pemulihan pascabencana dilakukan secara bertahap.

Diketahui, bencana yang dipicu curah hujan tinggi pada Rabu (22/4/2026) berdampak pada tiga desa di Kecamatan Simangumban. Sebanyak 196 rumah warga terdampak, empat unit rumah hanyut, 18 unit mengalami kerusakan berat, serta sekitar 20 hektare lahan padi dilaporkan gagal panen. (os)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini