![]() |
| Ketua dan sekretaris terpilih diabadikan bersama pengurus GMKI Tarutung di Aula IAKN Sipoholon, Sabtu (25/4/2026). O Sihombing/Hastara.id |
TAPUT, HASTARA.ID — Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tarutung sukses menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat cabang, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan berlangsung dinamis dengan semangat persaudaraan dan komitmen menjaga marwah organisasi.
Konfercab tersebut turut dihadiri perwakilan Pengurus Pusat GMKI, Koordinator Wilayah I Sumut-NAD, Chrisye Yesaya Sitorus, yang hadir untuk memastikan jalannya persidangan tetap sesuai konstitusi organisasi.
Dalam arahannya, Chrisye menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi, memperkuat kaderisasi berkelanjutan, serta mendorong peningkatan kapasitas intelektual dan spiritual kader. Ia juga mengingatkan agar GMKI tetap menjadi ruang pembinaan kader yang kritis dan responsif terhadap persoalan sosial.
“GMKI harus hadir sebagai garam dan terang di tengah gereja, kampus, dan masyarakat. Pengurus yang terpilih diharapkan bekerja secara kolektif-kolegial serta menjaga integritas,” ujarnya.
Melalui mekanisme yang demokratis dan partisipatif, forum menetapkan Amos Derebi sebagai Ketua Cabang dan Onesimus Omri Suwala sebagai Sekretaris Cabang GMKI Tarutung periode 2026–2028 secara aklamasi.
Menariknya, kedua pimpinan terpilih merupakan kader GMKI asal Papua. Hal ini dinilai sebagai simbol keberagaman dan semangat persatuan dalam tubuh organisasi.
Ketua Demisioner GMKI Tarutung, Belaster Bolas Tua Purba, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Konfercab yang berjalan lancar meski melalui dinamika panjang. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader atas dukungan selama masa kepengurusannya.
“Estafet kepemimpinan ini bagian dari proses kaderisasi yang harus dijaga. Saya percaya kepengurusan baru mampu membawa GMKI Tarutung lebih baik, solid, dan berdampak,” ungkapnya.
Ketua terpilih, Amos Derebi, menyatakan komitmennya membangun GMKI Tarutung yang inklusif, progresif, dan berdampak. Ia menegaskan pentingnya merangkul seluruh kader tanpa terkecuali serta memperkuat konsolidasi internal.
“Kami akan memastikan GMKI tetap menjadi ruang pembentukan kader yang kritis dan bertanggung jawab, sekaligus memperkuat sistem administrasi dan komunikasi organisasi,” ujarnya.
Konfercab ini menjadi momentum refleksi sekaligus titik tolak baru bagi GMKI Cabang Tarutung untuk terus bertransformasi dan berkontribusi nyata bagi gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Mengakhiri pernyataannya, Amos mengajak seluruh kader bersatu dalam semangat “Ut Omnes Unum Sint” (agar semua satu adanya) demi mewujudkan visi bersama. (os)
