![]() |
| Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) resmi melakukan relaunching dengan mengusung semangat “Restart and Rise". Istimewa/Hastara.id |
ACEH BESAR, HASTARA.ID — Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) resmi melakukan relaunching dengan mengusung semangat “Restart and Rise”, menandai babak baru penguatan peran dalam mendorong hilirisasi dan pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di Aceh.
Langkah strategis ini sekaligus mempertegas posisi AMANAH sebagai motor penggerak pengolahan komoditas lokal bernilai tambah, sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa kehadiran AMANAH merupakan implementasi konkret Asta Cita, khususnya pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penciptaan nilai tambah melalui hilirisasi.
“Hilirisasi tidak hanya di sektor tambang, tetapi juga industri kreatif. Kita ingin produk seperti fashion, parfum, hingga film mampu bertransformasi menjadi karya lokal dengan kualitas global. AMANAH menjadi wadah untuk mewujudkan hal tersebut di Aceh,” ujarnya.
Ketua Yayasan AMANAH, Saifullah Muhammad, menjelaskan bahwa fokus utama gerakan ini adalah meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah penerapan teknologi molecular distillation and fractionation untuk pemurnian minyak nilam.
“Selama ini kita berhenti pada komoditas mentah. Dengan teknologi ini, minyak nilam dapat naik ke grade kosmetik dan parfum. Jika berjalan optimal, hilirisasi akan terjadi sepenuhnya di dalam negeri, dari bahan baku hingga produk akhir,” ujarnya.
Selain itu, AMANAH juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti rumah kemasan dan studio fotografi produk guna meningkatkan daya saing pelaku UMKM.
“Kami ingin produk UMKM tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga siap bersaing di pasar dengan standar tinggi, baik nasional maupun global,” tambah Saifullah.
Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Provinsi Aceh yang menjadikan Gedung AMANAH sebagai pusat kolaborasi lintas sektor atau hub ekosistem pentahelix.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menekankan pentingnya fasilitas tersebut sebagai ruang tumbuh bagi kreativitas yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Pendekatan kolaboratif melalui AMANAH diyakini mampu menjawab tantangan sosial ekonomi, termasuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan melalui program yang lebih terarah,” ujarnya.
Ke depan, AMANAH akan mengedepankan pendekatan social enterprise yang mengintegrasikan penguatan kapasitas sumber daya manusia dengan pengembangan ekosistem bisnis.
Transformasi ini menjadi sinyal kuat bahwa sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam kerangka Asta Cita mampu mempercepat lahirnya generasi muda Aceh yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing global. (rel)
