![]() |
| Ketua Dekranasda Taput, Neny Angelina dan Dewan Pembina Jabu Bonang bersama masyarakat Desa Dolok Nauli diabadikan saat memberikan alat bantuan tenun, Rabu (22/4/2026). Diskominfo Taput/Hastara.id |
TAPUT, HASTARA.ID — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tapanuli Utara, Neny Angelina, menyalurkan bantuan enam set alat tenun beserta benang kepada warga terdampak bencana di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, Rabu (22/4/2026).
Bantuan yang disalurkan melalui Jabu Bonang ini tidak sekadar bersifat karitatif, melainkan diarahkan sebagai stimulus pemulihan ekonomi berbasis kerajinan lokal.
Dekranasda menilai, penguatan kembali aktivitas menenun ulos menjadi langkah strategis untuk menghidupkan sumber pendapatan masyarakat pascabencana.
“Bantuan ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan para pengrajin, khususnya ibu-ibu, agar kembali produktif dan mandiri,” ujar Neny.
Ia menegaskan, keberlanjutan produksi tenun ulos memiliki nilai penting, tidak hanya dari sisi ekonomi rumah tangga, juga dalam menjaga identitas budaya daerah. Karena itu, pemulihan sektor kerajinan dinilai perlu didorong secara terarah melalui dukungan peralatan, bahan baku, serta pendampingan.
Neny juga mengapresiasi peran Jabu Bonang yang telah memfasilitasi penyaluran bantuan dan mendampingi para pengrajin di lapangan. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci dalam memastikan bantuan tepat sasaran dan memberi dampak jangka panjang.
Ia mengingatkan masyarakat penerima manfaat agar memanfaatkan bantuan secara optimal dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bangkit dari keterpurukan akibat bencana.
“Semangat menenun ini harus menjadi awal baru yang lebih kuat. Mari kita saling menguatkan dan bergotong royong demi pemulihan Tapanuli Utara,” katanya. (os)
