MEDAN, HASTARA.ID — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Sumatera Utara menginisiasi acara halal bihalal bersama insan pers di Medan, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara partai politik dan media.
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon, hadir didampingi jajaran pengurus, di antaranya Paul Baja M. Siahaan (Wakil Ketua Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, Investasi, Koperasi dan UMKM), Wong Chun Sen (Wakil Ketua Bidang Perekonomian), serta Sutrisno Pangaribuan (Wakil Ketua Bidang Politik).
Dalam sambutannya, Rapidin menekankan pentingnya peran media dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas informasi kepada publik. Menurutnya, media harus menyampaikan informasi secara objektif dan apa adanya terkait kondisi bangsa.
“Media harus transparan dan akuntabel dalam menyampaikan informasi ke ruang publik. Sampaikanlah kondisi bangsa ini dengan selurus-lurusnya dan seobjektif mungkin,” ujarnya.
Rapidin juga menegaskan komitmen pihaknya sebagai partai penyeimbang dalam pemerintahan. Ia menyebut, PDIP akan mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berpihak kepada rakyat, namun tidak segan mengkritik jika kebijakan dinilai menyimpang dari kepentingan masyarakat.
“Selama program pemerintah pro rakyat, kami siap mendukung. Namun jika tidak mengindahkan kesejahteraan masyarakat, PDIP akan berada di depan untuk meluruskan,” tegasnya.
Ia menambahkan, di bawah kepemimpinan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, PDIP tetap konsisten berpegang pada konstitusi dalam mengawal perjalanan bangsa.
![]() |
| Halal bihalal ditutup dengan foto bersama dan saling bermaaf-maafan antara pengurus PDIP Sumut dan insan pers yang hadir. Istimewa/Hastara.id |
Internal Mulai Solid
Terkait konsolidasi internal, Rapidin menyebutkan bahwa struktur kepengurusan PDIP Sumut periode 2025–2030 telah lengkap dengan total 25 orang pengurus. Untuk tingkat kabupaten/kota, kepengurusan DPC PDIP Kota Medan juga telah rampung, dengan Hasyim sebagai ketua, Boydo HK Panjaitan sebagai sekretaris, dan Fuad Akbar sebagai bendahara.
Sementara itu, untuk DPC PDIP Simalungun, Rapidin mengatakan surat keputusan (SK) dari DPP akan segera diterbitkan. Sedangkan untuk DPC Tapanuli Tengah, SK kepengurusan telah diserahkan kepada Masinton Pasaribu (ketua), Timbul Panggabean (sekretaris), dan Isma Sihombing (bendahara).
Menanggapi pengunduran diri Ketua DPC PDIP Humbang Hasundutan, Oloan P. Nababan, Rapidin membenarkan hal tersebut. Ia menyebut, pengunduran diri diajukan langsung ke DPP dengan alasan ingin fokus menjalankan tugas sebagai kepala daerah.
“Alasannya positif, karena ingin fokus menangani masyarakat, khususnya persoalan kemiskinan yang membutuhkan perhatian ekstra. Prinsip kami, jika kepala daerah ingin fokus untuk kepentingan masyarakat, tentu kami dukung,” ujar mantan Bupati Samosir itu.
Anggota Komisi XIII DPR ini menambahkan, pihaknya belum mengetahui adanya isu tekanan di balik pengunduran diri tersebut dan akan melihat perkembangan lebih lanjut ke depan.
Halal bihalal berlangsung penuh dengan rasa kekeluargaan dan dialog intens menyangkut isu-isu terkini, baik nasional dan wilayah Sumut. (has)

