-->

Empat Bulan Lagi Sekda Medan Pensiun, Delapan Jabatan Eselon II Masih Lowong

Sebarkan:

 

Foto ilustrasi berita jabatan Sekda Kota Medan akan segera berakhir dan delapan posisi eselon II masih kosong hingga saat ini. Artificial Intellegence/AI

MEDAN, HASTARA.ID — Birokrasi Pemerintah Kota Medan masih belum solid. Hingga April 2026, tercatat masih menyisakan delapan posisi eselon II yang kosong alias dijabat seorang pelaksana tugas. Di tengah masih keroposnya tubuh birokrasi tersebut, jabatan Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman bakal berakhir pada Juli mendatang. Artinya, karier Wiriya Alrahman di Pemko Medan efektif hanya sekitar empat bulan lagi. 

Berdasarkan data kepegawaian yang diperoleh Hastara.id, Wiriya yang lahir pada 12 Juli 1966 akan mencapai batas usia pensiun 60 tahun untuk jabatan pimpinan tinggi pratama. Wiriya telah menjabat sebagai Sekda Medan sejak 15 Oktober 2018 menggantikan Syaiful Bahri Lubis. 

Sebelumnya, ia pernah menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan Pemko Medan, seperti Kepala Dinas Tata Kota, Kepala Dinas Bangunan, Kepala Dinas Pertamanan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, hingga Kepala Bappeda. Ia juga merupakan alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB). 

Kariernya moncer ketika iparnya, Agus Andrianto menjabat Kapolda Sumatera Utara, Kabareskrim, Wakapolri hingga dipercaya oleh Presiden Prabowo menjabat sebagai Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI saat ini. 

Sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai kandidat pengganti, di antaranya: HM Sofyan (Asisten Pemerintahan dan Kesra): Benny Iskandar (Kepala Brida): Ferry Ichsan (Kepala Bappeda/Plt Kadis SDABMBK): Laksamana Putra Siregar (Asisten Administrasi Umum): Citra Effendi Capah (Asisten Perekonomian dan Pembangunan). 

Beberapa di antaranya diketahui telah atau sedang menduduki lebih dari satu jabatan eselon II, sehingga dinilai memenuhi syarat administratif untuk mengikuti seleksi sekda. 

Sementara hingga kini, catatan Hastara.id, terdapat delapan posisi jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II Pemko Medan dalam kondisi lowong. Yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Dinas SDABMBK, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Sekretaris DPRD serta Direktur Utama RSUD dr Pirngadi. 

Mengenai kapan seleksi jabatan sekda akan dilakukan, Wali Kota Medan Rico Waas sebelumnya mengaku pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ia juga memberi sinyal bahwa proses seleksi kemungkinan akan menggunakan skema manajemen talenta (MT), sebagaimana diterapkan dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama.

“Saya rasa akan memakai manajemen talenta bila masih tingkat eselon II, hampir sama (dengan yang berjalan saat ini),” ujarnya menjawab wartawan usai memimpin apel perdana pasca libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Balai Kota Medan, Rabu (25/3/2026).

Meski demikian, Rico belum merinci jadwal resmi pembukaan seleksi. Ia hanya menyebutkan bahwa proses penjaringan sejatinya sudah mulai dilakukan.

“Nanti pasti akan kelihatan, tapi sebenarnya saat ini sudah mulai dijaring,” ucapnya.

Ia menegaskan komitmennya untuk mencari sosok sekda terbaik yang mampu meningkatkan kinerja pemerintahannya sekaligus menerjemahkan visi dan misi kepala daerah secara tepat.

“Kita akan mencari yang terbaik untuk memajukan kinerja Kota Medan, disamping memiliki pengalaman yang baik. Intinya bagaimana visi dan misi wali kota dan wakil wali kota yang sudah berjalan dapat dijabarkan dan diimplementasikan secara tepat sasaran,” ujarnya.

Rico menekankan, ke depan program-program yang telah berjalan harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan agar memberikan hasil yang lebih optimal bagi masyarakat. “Progres kerja yang kita harapkan harus semakin baik lagi ke depan,” katanya.

Ia menambahkan, pejabat eselon II yang telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II (Diklatpim II) memiliki peluang untuk mengikuti seleksi. Namun, ia memberi penekanan pada pentingnya pengalaman serta kemampuan dalam mewujudkan visi dan misi kepala daerah.

“Terlebih yang sudah pernah memimpin OPD eselon II. Tapi yang paling penting adalah bagaimana visi misi wali kota dan wakil wali kota bisa terwujud,” tegasnya. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini