![]() |
| Kadis SDABMBK Kota Medan, Khairul Azmi memimpin apel pagi sekaligus memperkenalkan dirinya sebagai pimpinan baru di instansi tersebut pada Senin (20/4/2026). Istimewa/Hastara.id |
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Khairul Azmi, menegaskan pipa PDAM itu kini tidak lagi dapat dilintasi setelah dipasang penghalang permanen.
“Sudah dipasang besi penghalang sesuai arahan pak wali kota. Sekarang tidak bisa dilewati lagi,” ujarnya menjawab wartawan, Rabu (22/4/2026).
Langkah ini merupakan respons cepat Pemko Medan pasca peninjauan langsung Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, ke lokasi jembatan eks perlintasan kereta api yang putus sejak 2024 akibat banjir. Sejak itu, warga nekat menggunakan pipa PDAM sebagai jalur alternatif meski berbahaya.
Selain penutupan, pengamanan berlapis diterapkan untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas penyeberangan di atas pipa tersebut. Di sisi lain, Pemko Medan tengah mendorong percepatan solusi permanen berupa pembangunan jembatan penghubung baru. Koordinasi dilakukan dengan sejumlah pihak, termasuk PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bappeda, dan TNI.
Khairul Azmi mengungkapkan, terdapat rencana pembangunan jembatan baru dengan dukungan TNI. Namun realisasi proyek masih terkendala proses pembebasan lahan.
“Ada rencana TNI akan membantu pembangunan jembatan. Tapi saat ini masih berproses, terutama pada pembebasan lahannya,” kata mantan Kadis PUTR Kabupaten Langkat ini.
Wali Kota Medan, Rico Waas, sebelumnya menegaskan penutupan akses tersebut semata-mata untuk melindungi keselamatan warga, khususnya pelajar yang selama ini menjadi pengguna utama jalur tersebut.
“Keselamatan harus jadi prioritas. Gunakan jalur alternatif yang lebih aman,” tegasnya.
Ia juga memastikan Pemko Medan tidak akan membiarkan persoalan akses ini berlarut-larut, meski sebagian lahan berada di bawah kewenangan PT KAI.
“Kita siapkan kolaborasi lintas pihak untuk membangun penyeberangan yang lebih aman dan layak,” ujarnya.
Diketahui, jembatan lama yang sebelumnya menjadi penghubung utama antarwilayah roboh diterjang banjir pada 2024. Sejak itu, mobilitas warga di kawasan Medan Polonia, Medan Johor, hingga Medan Maimun terganggu, memaksa sebagian warga mengambil risiko dengan melintasi jalur darurat. (has)
