-->

Cara Pemko Medan Isi Hari Kemerdekaan dengan Kebersamaan, Taman Cadika Bergemuruh

Sebarkan:

 

Kolase foto Pemko Medan mengisi Hari Kemerdekaan RI dengan kebersamaan di Taman Cadika, Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor selama dua hari (22-23/8). Istimewa/Hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Pemerintah Kota Medan memilih cara berbeda untuk mengisi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bukan sekadar upacara dan seremoni, ribuan jajaran Pemko Medan menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai ruang untuk membangun kekompakan, mempererat silaturahmi sekaligus menghadirkan kegembiraan di tengah keluarga besar mereka.

Semangat itu terlihat dalam Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Taman Cadika, Kecamatan Medan Johor, Sabtu-Minggu (22-23/8/2026). Ribuan aparatur dan jajaran perangkat daerah larut dalam berbagai perlombaan bernuansa kemerdekaan. Dari futsal gembira memakai sarung, tarik tambang, bakiak, balap karung, fashion show, catur, tenis meja hingga lomba memasak nasi goreng, seluruh rangkaian kegiatan dikemas untuk menghadirkan suasana santai dan penuh keakraban di antara aparatur Pemko Medan.

Sebanyak 13 perlombaan digelar dalam rangkaian kegiatan tersebut. Selain menjadi hiburan, berbagai pertandingan itu juga mempertemukan aparatur dari berbagai perangkat daerah dan kewilayahan dalam suasana yang jauh dari rutinitas pekerjaan sehari-hari.

Wali Kota Medan Rico Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan, Airin, turut hadir menyaksikan kemeriahan perlombaan. Rico bahkan ikut ambil bagian dalam pertandingan tenis meja. Pada hari kedua, Minggu (23/8/2026), kemeriahan semakin terasa ketika Rico Waas bersama Wakil Wali Kota Medan, H Zakiyuddin Harahap turun langsung mengikuti lomba memasak nasi goreng bersama para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Arena lomba pun berubah menjadi dapur dadakan. Para pejabat terlihat sibuk menyiapkan bahan, mengendalikan api, mengolah bumbu hingga menghias nasi goreng hasil kreasi masing-masing. Beragam kreasi muncul. Ada peserta yang menggunakan nanas, labu dan berbagai bahan lainnya untuk menghasilkan sajian yang berbeda. Gelak tawa pun pecah ketika sejumlah pejabat terlihat kerepotan mengolah masakan. Bagi Zakiyuddin, hal tersebut bahkan menjadi pengalaman pertamanya memasak nasi goreng.

“Luar biasa. Pertama kali dalam hidup saya, saya masak nasi goreng,” ujar Zakiyuddin.

Sementara Rico menilai lomba memasak bukan sekadar kompetisi mencari pemenang. Kegiatan tersebut tersebut menjadi sarana membangun kebersamaan seluruh keluarga besar Pemko Medan.

“Yang penting adalah kita lihat tadi bapak-bapak semuanya yang masak. Bapak-bapak harus sering masak di rumah juga,” kata Rico sembari mengapresiasi beragam kreasi peserta.

Rico menegaskan semarak peringatan kemerdekaan di lingkungan Pemko Medan diharapkan dapat dirasakan tidak hanya oleh aparatur, tetapi juga keluarga mereka.

“Kita harapkan bagaimana seluruh rekan-rekan pemko kita dan keluarga benar-benar merasakan bagaimana semaraknya 17 Agustus, makin mencintai bangsa ini, makin mencintai kota ini, kompak, solid,” ungkapnya.

Bikin Cadika Bergemuruh

Salah satu perlombaan yang paling menyita perhatian adalah lomba pukul bantal di atas danau Taman Cadika. Sebanyak 128 peserta dari berbagai perangkat daerah dan kewilayahan ambil bagian dalam pertandingan yang mengundang tawa tersebut.

Dua peserta harus duduk berhadapan di atas sebatang kayu dengan kaki menggantung, kemudian saling memukul menggunakan bantal hingga salah satu peserta kehilangan keseimbangan dan tercebur ke danau.

Salah satu pertandingan mempertemukan peserta BKPSDM dengan perwakilan Bagian Umum Setda Kota Medan. Abdul Halim dari Bagian Umum akhirnya tercebur setelah menerima pukulan dari lawannya. Bukannya kecewa, Abdul Halim justru mengaku menikmati pengalaman tersebut.

“Ya, senang dan seru juga kali ini bisa ikut pertandingan pukul bantal yang digelar Pemko Medan. Semoga tahun depan bisa diadakan lagi dan bisa menang,” katanya.

Bagi peserta lainnya, kemeriahan kegiatan juga menjadi kesempatan mempererat hubungan antar rekan kerja. Thoriq dari Dinas Kominfo Kota Medan, misalnya, mengaku menikmati lomba Kartu Truf Gembira yang diikutinya.

“Perlombaan Gebyar Kemerdekaan Republik Indonesia ini seru. Saya mengikuti lomba Kartu Truf Gembira. Harapannya bisa raih juara,” ujarnya.

Kemerdekaan Harus Dihidupkan

Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan RI menunjukkan bagaimana Pemko Medan berupaya mengisi peringatan kemerdekaan dengan kegiatan yang membangun suasana kebersamaan di lingkungan pemerintahan.

Kemeriahan tidak berhenti pada perlombaan. Di balik tawa, persaingan dan aksi spontan para peserta, terdapat pesan yang ingin dibangun: aparatur yang solid dan saling mengenal diharapkan mampu bekerja lebih kompak dalam menjalankan tugas pemerintahan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Zakiyuddin pun berharap kegiatan serupa ke depan dapat melibatkan keluarga para jajaran OPD secara lebih luas. Dengan begitu, hubungan kekeluargaan tidak hanya terjalin antarpegawai, tetapi juga antaranggota keluarga besar Pemko Medan.

Sementara Rico berharap semarak peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini benar-benar menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan Kota Medan.

“Mudah-mudahan tahun ini kita membuat acara 17 Agustus-an bersama ini menyemarakkan. Mudah-mudahan menjadi minggunya Dirgahayu kita,” pungkasnya. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini