-->

Kasihan Sulaiman Harahap, Usai Lengser Dari Kursi Sekdaprovsu Malah Dikasih 'Kursi Tempel' Hadiri Prosesi Pelantikan Sejawatnya

Sebarkan:

 

Sulaiman Harahap (paling kiri) tampak hanya disediakan 'kursi tempel' oleh protokoler dalam sesi pelantikan rekan sejawatnya Timur Tumanggor sebagai Pj Sekdaprovsu pada Jumat (14/8/2026). Istimewa/Hastara.id 
MEDAN, HASTARA.ID — Pemandangan tak mengenakkan mewarnai prosesi pelantikan Timur Tumanggor sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) oleh Gubernur Sumut Bobby Nasution di Aula Raja Inal Siregar, Jumat (14/8/2026).

Di tengah seremoni pergantian pimpinan tertinggi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumut itu, perhatian justru tertuju kepada Sulaiman Harahap, yang sebelumnya menjabat sebagai Pj Sekda Sumut.

Sulaiman tampak duduk di barisan depan bersama Gubernur Bobby Nasution, pimpinan DPRD Sumut, dan Pj Sekda yang baru dilantik, Timur Tumanggor. Namun, posisi tempat duduk Sulaiman terlihat sangat kontras dengan para pimpinan lainnya.

Jika Gubernur Bobby Nasution, pimpinan DPRD Sumut dan Timur Tumanggor duduk di atas sofa atau kursi pimpinan, Sulaiman justru terlihat duduk di kursi yang disebut 'bangku tempel'.

Pemandangan tersebut terlihat jelas ketika prosesi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dimulai. Seluruh tamu dan pejabat yang berada di dalam ruangan berdiri, sehingga perbedaan fasilitas tempat duduk di barisan depan semakin terlihat.

Ironisnya, Sulaiman Harahap merupakan pejabat yang sebelumnya dipercaya menduduki posisi Pj Sekda Sumut, jabatan yang memiliki posisi strategis sebagai pimpinan birokrasi dan koordinator ASN di lingkungan Pemprov Sumut. Tak lama berselang, tim protokoler akhirnya mengganti kursi yang digunakan Sulaiman.

Meski persoalan kursi terkesan sepele, pemandangan tersebut menjadi sorotan karena terjadi dalam acara resmi pemerintahan yang dihadiri jajaran pimpinan daerah dan pejabat penting Sumut.

Pergantian Pj Sekdaprovsu seharusnya menjadi momentum transisi jabatan yang berlangsung tertib dan bermartabat. Namun, insiden kursi tersebut justru menciptakan kesan berbeda dalam prosesi yang semestinya menjunjung tinggi penghormatan terhadap pejabat negara maupun aparatur pemerintahan.

Apakah ini sekadar kelalaian protokoler, atau ada persoalan lain di balik penempatan kursi tersebut? Yang jelas, pemandangan Sulaiman Harahap duduk di “bangku tempel” di tengah barisan para pimpinan menjadi catatan tersendiri dalam seremoni pergantian Pj Sekdaprov Sumut. (red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini