-->

Telkom Perkuat Ekosistem AI, OCA Jadi Andalan Transformasi Layanan Pelanggan

Sebarkan:

 

Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi mengunjungi AI Zone Telkom pada DTI-CX 2026 untuk melihat langsung kapabilitas AIcosystem, termasuk Omni Communication Assistant (OCA). Solusi berbasis AI ini dirancang untuk membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih responsif. Istimewa/Hastara.id 

JAKARTA, HASTARA.ID — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mempertegas ambisinya menjadi penggerak transformasi digital nasional dengan menghadirkan sederet solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) pada ajang Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 di Jakarta.

Dalam gelaran tersebut, Telkom membagi kapabilitas digitalnya ke dalam tiga zona utama, yakni Digital Transformation Zone, AI Zone, dan Cyber Security Zone. Pembagian ini sekaligus menunjukkan strategi Telkom membangun solusi digital secara terintegrasi untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin kompleks.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah AI Zone, tempat Telkom memperkenalkan AIcosystem, ekosistem kecerdasan buatan TelkomGroup yang mengintegrasikan berbagai kapabilitas dan solusi AI.

Melalui Telkom AI Center of Excellence (AI CoE), khususnya pilar AI Hub, Telkom menghadirkan sejumlah solusi yang dikembangkan untuk kebutuhan berbagai sektor industri. Di antaranya Omni Communication Assistant (OCA), PrivateGPT, Decision Intelligence Platform (DIP), dan AI CCTV Analytics.

Dari sejumlah solusi tersebut, OCA menjadi salah satu produk yang mendapat perhatian. Platform ini dirancang untuk membantu perusahaan mengelola interaksi dengan pelanggan secara lebih terintegrasi, cepat, efisien, dan responsif dengan memanfaatkan teknologi AI.

Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan, DTI-CX 2026 menjadi momentum strategis bagi Telkom untuk menunjukkan kesiapan teknologi perusahaan dalam menghadapi perubahan lanskap industri.

Menurut dia, AI tidak lagi sebatas tren teknologi, tetapi telah menjadi fondasi penting bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pertumbuhan bisnis, sekaligus menciptakan pengalaman pelanggan yang semakin responsif.

“Adopsi kecerdasan buatan kini bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan fondasi kritikal bagi setiap industri,” ujar Faizal.

Kebutuhan tersebut coba dijawab OCA melalui sejumlah kapabilitas yang mencakup pengelolaan interaksi pelanggan hingga otomatisasi proses layanan. Melalui OCA Interaction, misalnya, berbagai kanal komunikasi pelanggan dapat diintegrasikan dalam satu dasbor terpadu yang dilengkapi sistem tiket. Perusahaan pun dapat memantau sekaligus mengelola proses penyelesaian permasalahan pelanggan secara lebih terstruktur.

Fitur tersebut diperkuat teknologi AI seperti AI Reply, AI Translate, AI Enhance, dan AI Summary yang membantu meningkatkan kecepatan serta kualitas pengelolaan komunikasi. Tak berhenti pada interaksi, OCA juga menawarkan OCA Automated Interaction yang menggabungkan teknologi Generative AI dan Agentic AI. Teknologi ini memungkinkan asisten virtual menjalankan proses secara lebih mandiri dan mengambil tindakan berdasarkan alur kerja serta kebutuhan operasional perusahaan.

Sementara untuk komunikasi dalam skala besar, Telkom menghadirkan OCA Blast. Fitur ini memungkinkan perusahaan mengirimkan pesan secara massal kepada jutaan pelanggan secara instan dengan konten yang dapat dipersonalisasi.

Seluruh kapabilitas tersebut juga dapat diintegrasikan dengan sistem operasional perusahaan melalui OCA API, sehingga pengguna dapat menyesuaikan pemanfaatan teknologi dengan kebutuhan bisnis masing-masing.

Kehadiran Telkom di DTI-CX 2026 menunjukkan bahwa transformasi digital yang dibangun perusahaan tidak hanya berorientasi pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada bagaimana teknologi tersebut memberikan dampak nyata terhadap produktivitas, efisiensi, dan kualitas layanan.

Dengan penguatan AIcosystem dan berbagai solusi digitalnya, Telkom menegaskan langkah untuk membangun ekosistem digital yang adaptif sekaligus mempersiapkan dunia industri menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat. (rel)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini