-->

Dibangun Puluhan Miliar Rupiah, Pasar Induk Mini Marelan Kini Rusak Parah: Pedagang Desak KPK Turun Tangan

Sebarkan:

 

Kondisi Pasar Induk Mini Marelan Market di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan mengalami kerusakan di sejumlah bagian, sementara aktivitas perdagangan di dalam gedung terus menurun akibat minimnya fasilitas dan sepinya pembeli. Istimewa/Hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Kondisi Pasar Induk Mini Marelan Market di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, kini memantik sorotan. Bangunan pasar yang dibangun menggunakan anggaran puluhan miliar rupiah dari APBN dan APBD itu dilaporkan mengalami kerusakan di sejumlah bagian, sementara aktivitas perdagangan di dalam gedung terus menurun akibat minimnya fasilitas dan sepinya pembeli.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan pasar tersebut awalnya dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp25 miliar. Dana tersebut merupakan bagian dari alokasi sekitar Rp75 miliar untuk pembangunan tiga pasar, yakni Pasar Kampung Lalang, Belawan, dan Marelan. Namun, proyek pembangunan Pasar Marelan sempat terhenti pada 2014–2015 tanpa kejelasan penyebab. 

Pada 2016, pembangunan kembali dilanjutkan dengan dukungan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp26,9 miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Bukit Zaitun setelah memenangkan proses lelang. Meski demikian, pembangunan kembali terhenti pada 2017. Hingga kini, sejumlah fasilitas pendukung seperti kios dan los pedagang disebut tidak pernah berfungsi secara optimal.

Pantauan di lokasi menunjukkan bangunan pasar berlantai dua tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Atap pada sebagian lantai dua dilaporkan sudah hilang, sementara plafon di lantai dasar tampak bocor, berlumut, dan mengalami pelapukan akibat rembesan air hujan.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Medan (P3TM) Pasar Marelan, Ali Suan, menyebut kondisi fisik bangunan semakin mengkhawatirkan dan berdampak langsung terhadap aktivitas perdagangan.

"Sebagian besar langit-langit di lantai dua sudah lapuk, jebol, dan bocor. Lantai serta dinding juga mengalami keretakan. Banyak kios rusak berat dan tidak lagi digunakan pedagang," ujar Ali Suan kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, kerusakan tidak hanya terjadi pada struktur bangunan. Fasilitas sanitasi dan drainase pasar juga dinilai buruk. Saluran air yang tersumbat menimbulkan genangan dan bau tidak sedap, sementara pengelolaan sampah dinilai belum maksimal.

Ali Suan mengungkapkan meski kondisi pasar memprihatinkan, para pedagang tetap membayar retribusi kepada PUD Pasar Kota Medan. Ia memperkirakan total retribusi yang disetorkan pedagang sepanjang 2026 mencapai sekitar Rp1,3 miliar. Namun, kondisi fasilitas yang tidak memadai membuat banyak pedagang memilih meninggalkan kios dan los yang tersedia.

"Ratusan meja beton dan kios banyak yang kosong. Pedagang lebih memilih berjualan di luar gedung karena khawatir dengan kondisi bangunan dan minimnya pembeli di dalam pasar," katanya.

Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Medan (P3TM) Pasar Marelan, Ali Suan. Istimewa/Hastara.id 

Desak KPK Turun Tangan

Kondisi tersebut memunculkan kekecewaan di kalangan pedagang dan masyarakat sekitar. Mereka menilai investasi besar yang telah digelontorkan pemerintah belum memberikan manfaat maksimal bagi peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Ali Suan mendesak Pemerintah Kota Medan melalui PUD Pasar segera melakukan rehabilitasi menyeluruh terhadap bangunan Pasar Induk Mini Marelan agar kembali layak digunakan.

Selain perbaikan fisik, ia juga meminta dilakukan audit investigatif terhadap proses pembangunan dan pemeliharaan pasar yang dibiayai menggunakan dana negara tersebut.

"Kami meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh. Bahkan jika diperlukan, aparat penegak hukum dan KPK turun melakukan investigasi terhadap pembangunan, kerusakan, serta minimnya perawatan Pasar Induk Mini Medan Marelan ini," tegasnya. (red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini