-->

Karno Knockout-7 Bergelora, Perbati Sumut Bidik Lahirnya Petinju Muda Berprestasi

Sebarkan:

 

Ketua Perbati Sumut Zainuddin Lubis didampingi Sekretaris Benget Simorangkir dan Bendahara, Muhammad Edison Ginting menghadiri Karno Knockout-7 Boxing Youth 
di Gedung Futsal, Jalan Krakatau, Medan, Minggu (20/9/2026). Istimewa/Hastara.id 
MEDAN, HASTARA.ID — Ring tinju bukan sekadar tempat adu pukulan. Di sana, keberanian, disiplin, mental bertanding dan sportivitas ditempa. Semangat itulah yang terlihat dalam Karno Knockout-7 Boxing Youth yang digelar di Gedung Futsal, Jalan Krakatau, Medan, Minggu (20/9/2026).

Turnamen yang diprakarsai mantan petinju Rano Karno tersebut mempertemukan petinju amatir hingga profesional dari sejumlah klub di Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang dan daerah lainnya di Sumatera Utara.

Ratusan pendukung dari masing-masing klub turut memadati lokasi pertandingan. Meski pertarungan berlangsung kompetitif, suasana keakraban dan sportivitas tetap terjaga sepanjang gelaran.

Jajaran Pengurus Besar Tinju Indonesia (Perbati) Sumatera Utara memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut. Perbati menilai kompetisi seperti Karno Knockout-7 penting untuk membuka ruang bagi petinju muda mendapatkan pengalaman sekaligus menunjukkan potensi terbaiknya.

Hadir Ketua Perbati Sumut Zainuddin Lubis, Sekretaris Benget Simorangkir dan Bendahara Muhammad Edison Ginting. Turut hadir mantan petinju juara Asia Martin Sihombing dan mantan petinju juara nasional dan Asia Timbul Hutagalung.

Selain itu, tampak Danyonif TP 907/Dewa Shahdan Letkol Inf. Jimat Suryo Utomo, S.SST.Han, serta sejumlah pengurus Perbati Sumut, di antaranya Irwan Manalu, Ramos Gultom dan Adi Syahputra Bangun.

Ketua Perbati Sumut Zainuddin Lubis mengatakan, semakin banyak kompetisi olahraga digelar, semakin besar pula ruang yang tersedia bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan bakatnya secara positif.

“Pertandingan tinju seperti ini sangat positif, terutama dalam mengalihkan perhatian anak-anak muda kepada kegiatan yang sehat dan berprestasi. Dengan semakin banyak kegiatan olahraga, kita berharap generasi muda tidak terjerumus ke hal-hal negatif seperti narkoba maupun begal,” ujar Zainuddin. 

Menurutnya, Sumatera Utara memiliki sejarah panjang dalam melahirkan petinju yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional hingga internasional. Potensi tersebut, kata dia, harus dijaga melalui kompetisi dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Sumatera Utara memiliki sejarah panjang dalam melahirkan atlet-atlet tinju yang mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. Potensi ini harus terus dikembangkan melalui kompetisi dan pembinaan yang berkelanjutan,” katanya.

Ketua Perbati Sumut Zainuddin Lubis diabadikan usai menyerahkan medali dan sertifikat kepada petinju yang meraih kemenangan Perbati Sumut mendorong kompetisi rutin sebagai bagian dari pembinaan dan regenerasi petinju muda. Istimewa/Hastara.id 
Wadah Penting Kembangkan Talenta Muda
Bendahara Perbati Sumut Muhammad Edison Ginting menilai Karno Knockout-7 menjadi wadah penting untuk mendeteksi sekaligus mengembangkan talenta-talenta muda yang selama ini mungkin belum mendapatkan panggung kompetisi. Menurut Edison, keberadaan turnamen secara rutin akan memperbesar peluang munculnya generasi baru petinju Sumatera Utara.

“Banyak talenta muda yang memiliki potensi besar untuk berprestasi melalui olahraga, termasuk tinju. Karena itu, semakin banyak kompetisi seperti ini, semakin besar pula peluang kita menemukan bibit-bibit atlet baru dari Kota Medan, Deli Serdang dan daerah lainnya di Sumatera Utara,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pembinaan atlet tidak cukup hanya dilakukan ketika menjelang kejuaraan. Para petinju muda membutuhkan ruang latihan, kompetisi dan pengalaman bertanding secara konsisten agar kemampuan mereka terus berkembang.

“Jangan sampai hobi dan energi anak muda justru tersalurkan ke hal-hal negatif. Kita harus menyediakan ruang yang positif melalui olahraga, pembinaan dan kompetisi agar mereka bisa berkembang menjadi atlet berprestasi,” tegasnya.

Senada, Sekretaris Perbati Sumut Benget Simorangkir menyebut jam terbang menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk mental dan kemampuan seorang petinju. Menurutnya, semakin sering atlet mendapatkan kesempatan bertanding, semakin banyak pengalaman yang diperoleh untuk menghadapi lawan dengan karakter dan gaya bertanding yang berbeda.

“Jika pertandingan tinju semakin sering digelar, tentu semakin banyak atlet yang memiliki pengalaman bertanding. Perbati Sumut siap melakukan pembinaan agar para atlet tersebut dapat berkembang dan berprestasi di tingkat daerah, nasional hingga internasional,” ujar Benget.

Benget berharap Karno Knockout-7 Boxing Youth tidak berhenti sebagai agenda pertandingan semata, tetapi dapat menjadi bagian dari ekosistem pembinaan tinju yang berkelanjutan di Sumatera Utara.

“Kita berharap kegiatan seperti ini menjadi awal yang baik bagi perkembangan olahraga tinju di Sumatera Utara. Perbati Sumut siap bersinergi dalam pembinaan dan melahirkan atlet-atlet tinju yang profesional serta berprestasi,” pungkasnya.

Pengurus Perbati Sumut turut menyerahkan medali dan sertifikat kepada para petinju yang berhasil meraih kemenangan. Bagi Perbati Sumut, setiap pertandingan bukan hanya soal siapa yang menang atau kalah. Lebih jauh, setiap kali seorang petinju muda naik ke atas ring, ada proses pembentukan mental, disiplin dan harapan lahirnya atlet baru yang kelak membawa nama Sumatera Utara ke panggung yang lebih tinggi. (rel)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini