Hal itu disampaikan Erris Napitupulu saat melantik Pengurus SMSI Kota Pematangsiantar-Kabupaten Simalungun Masa Bakti 2026-2029 di Halaman Parkir Pariwisata, Jalan Merdeka, Kota Pematangsiantar, Sabtu (12/9/2026).
Erris mengatakan, keberadaan SMSI tidak sekadar menjadi wadah berkumpul atau bersosialisasi bagi para pelaku media. Lebih dari itu, SMSI harus mampu menjadi organisasi yang mendorong peningkatan kualitas dan daya saing media siber.
“SMSI ini bukan hanya menjadi lips service, akan tetapi Pak Rivay sudah mengatakan tadi bahwa SMSI ini lebih profesional lagi, berintegritas,” kata Erris.
Menurutnya, perkembangan media digital membuat tantangan dunia pers semakin besar. Informasi yang beredar di media sosial dapat menyebar dengan sangat cepat, sehingga perusahaan media dituntut semakin bertanggung jawab dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.
Karena itu, Erris meminta seluruh jajaran SMSI, termasuk pengurus yang baru dilantik di Siantar-Simalungun, menjaga marwah organisasi dengan menghadirkan pemberitaan yang profesional, berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.
Perkuat Kemitraan
Erris juga menekankan pentingnya membangun kemitraan yang baik antara SMSI dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah merupakan salah satu stakeholder penting dalam pembangunan, sehingga komunikasi dan kerja sama perlu terus dibangun secara terbuka.
“Kerja sama, artinya perlu kita membangun sebuah kebanggaan di daerah kita. Karena kita tahu, tanpa dukungan APBD, Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun ini tidak ada apa-apanya,” ujarnya.
SMSI Sumut menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Pematangsiantar, Bupati Simalungun serta seluruh stakeholder yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan dan keberadaan SMSI. Kemitraan tersebut tetap harus diarahkan untuk kepentingan pembangunan dan masyarakat. Media, kata Erris, harus mampu menjadi bagian dari ekosistem informasi yang sehat di daerah.
Catat Sejumlah Capaian
Dalam kesempatan tersebut, Erris juga memaparkan sejumlah capaian SMSI di tingkat nasional. Antara lain SMSI telah menerima tiga rekor dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
“Kita tercatat telah menayangkan berita dalam dua jam di 3.500 media siber yang ada di Indonesia. Kemudian, donor darah serentak di Indonesia, dan organisasi media terbesar di Asia,” ungkapnya.
Capaian tersebut menunjukkan besarnya jaringan SMSI sekaligus tanggung jawab yang harus diemban organisasi. Dengan jaringan media yang luas, SMSI memiliki kemampuan untuk mengangkat berbagai persoalan dan potensi daerah agar diketahui masyarakat secara lebih luas.
Rivay Nicholson Bakkara dalam sambutannya menegaskan jabatan yang dipercayakan kepadanya bukan sekadar kebanggaan, melainkan tanggung jawab besar.
“Kepercayaan ini akan saya jalankan bersama seluruh pengurus dengan penuh tanggung jawab, keterbukaan, dan semangat kebersamaan. Saya juga menyadari ketua tidak akan mampu bekerja sendiri. SMSI adalah rumah bersama,” ujarnya.
Pihaknya akan mendorong peningkatan kapasitas wartawan dan perusahaan media anggota SMSI, memperkuat literasi digital, melawan hoaks serta membangun kemitraan yang sehat dengan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
Pelantikan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, KPU, Bawaslu, organisasi pers, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat serta sejumlah stakeholder lainnya. (rel)
