MEDAN, HASTARA.ID — Pembangunan infrastruktur jalan di Kota Medan tak luput dari pengawasan hingga tengah malam. Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Khairul Azmi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pekerjaan rigid beton di Jalan Tangguk Raya, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu malam (20/9/2026).
Tak sekadar melihat progres pekerjaan, Khairul Azmi turun langsung memantau proses pengerjaan dan memastikan bagian penting konstruksi, termasuk ketebalan rigid beton, sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Sidak malam hari itu menjadi bagian dari pengawasan lapangan untuk memastikan pekerjaan tidak hanya mengejar target penyelesaian, tetapi juga memenuhi standar mutu konstruksi.
"Kami mau memastikan seluruh tahapan pekerjaan harus dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan teknis yang berlaku, agar hasil pembangunan memiliki kualitas yang baik serta mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dalam jangka panjang," kata Khairul Azmi, Minggu (20/9/2026).
Menurutnya, pengawasan langsung diperlukan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan di lapangan benar-benar sesuai dengan perencanaan dan ketentuan teknis.
Pekerjaan rigid beton di Jalan Tangguk Raya tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 661 meter dengan lebar antara 6 hingga 6,5 meter.
Dengan konstruksi rigid beton, kualitas pengerjaan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan daya tahan jalan. Karena itu, pengecekan terhadap spesifikasi teknis dilakukan sejak proses pekerjaan berlangsung.
Mantan Kadis PUTR Langkat ini memastikan pihaknya tidak hanya memantau capaian fisik pekerjaan, tetapi juga memperhatikan kualitas hasil pembangunan agar infrastruktur yang dibangun dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
Drainase Dibersihkan
Di sisi lain, Dinas SDABMBK Kota Medan juga terus menggenjot penanganan drainase di sejumlah kawasan. Salah satunya melalui normalisasi drainase di Jalan Karya Setuju, Kecamatan Medan Barat, yang dimulai sejak Rabu (16/9/2026).
Normalisasi dilakukan Tim Drainase Medan Barat UPT Wilayah Barat Dinas SDABMBK Kota Medan untuk memperlancar aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan dan banjir.
Dalam proses pengerjaan, petugas menemukan tumpukan sampah dan sedimen padat yang menghambat aliran air di dalam saluran.
Material tersebut kemudian diangkat dan dibersihkan sehingga aliran air di dalam drainase kembali lebih lancar.
Warga setempat, Rizky Ahmad, berharap normalisasi tidak berhenti pada pembersihan sesaat, tetapi dilakukan secara berkala, terutama pada titik-titik yang rawan mengalami penyumbatan.
"Setelah dibenahi kami berharap kegiatan normalisasi tersebut dapat membantu mengurangi risiko genangan dan banjir, sekaligus menjaga fungsi drainase di wilayah Medan Barat," ujarnya.
Pengawasan pekerjaan jalan dan normalisasi drainase tersebut menunjukkan pentingnya memastikan pembangunan infrastruktur tidak hanya terlihat selesai secara fisik, tetapi juga memenuhi fungsi dan kualitas yang dibutuhkan masyarakat. (has)
