-->

Ridho Alamsyah Muncul di Bursa Ketum PB HMI, Bawa Gagasan 'Menjaga Nilai, Menjawab Zaman'

Sebarkan:

 

Ridho Alamsyah for PB HMI” menyatakan kesiapan untuk mengikuti kontestasi kepemimpinan PB HMI dengan membawa gagasan yang berpijak pada nilai keislaman, kebangsaan, intelektualitas, dan pengabdian. Istimewa/Hastara.id

MEDAN, HASTARA.ID — Bursa kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mulai menghangat menjelang pelaksanaan Kongres HMI XXXIII di Lampung. Sejumlah nama kader mulai menyatakan kesiapan untuk mengambil bagian dalam momentum penting yang akan menentukan arah kepemimpinan HMI di tingkat nasional.

Salah satu nama yang muncul adalah Ridho Alamsyah. Melalui poster bertajuk “Ridho Alamsyah for PB HMI”, Ridho menyatakan kesiapan untuk mengikuti kontestasi kepemimpinan PB HMI dengan membawa gagasan yang berpijak pada nilai keislaman, kebangsaan, intelektualitas, dan pengabdian.

Mengusung tagline “Dari Lampung Untuk Indonesia”, Ridho memperkenalkan tema perjuangan “Menjaga Nilai, Menjawab Zaman.” Tema tersebut menjadi pijakan gagasannya dalam melihat posisi HMI di tengah perubahan sosial, politik, teknologi, dan tantangan generasi muda yang semakin kompleks.

Gagasan tersebut dirumuskan melalui empat pilar perjuangan, yakni ideologi, kaderisasi, intelektualitas, dan aksi nyata.

Menurut Ridho, keempat pilar tersebut merupakan fondasi yang perlu terus diperkuat agar HMI tetap memiliki akar yang kokoh sekaligus mampu membaca perubahan zaman.

“Tema Menjaga Nilai, Menjawab Zaman bukan sekadar retorika. Ini adalah panggilan bagi kita semua untuk merawat nilai-nilai dasar perjuangan HMI, namun dengan cara pandang dan strategi yang adaptif terhadap tantangan zaman,” kata Ridho, Selasa (22/9/2026).

Ia menegaskan, HMI membutuhkan kader yang tidak hanya memahami nilai dan tradisi organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual serta keberanian untuk menerjemahkan gagasan menjadi kerja nyata.

“Kita harus hadir dengan ideologi yang kuat, kader yang terlatih, intelektualitas yang mumpuni, serta aksi nyata yang menyentuh masyarakat,” ujarnya.

Dalam materi yang diperkenalkannya, Ridho juga menampilkan sejumlah simbol yang merepresentasikan identitas HMI, Lampung, dan kebangsaan. Menara Siger, bendera HMI, serta unsur Pancasila menjadi bagian dari visual yang mengiringi gagasan yang ditawarkan.

Bagi Ridho, simbol-simbol tersebut bukan semata elemen visual, melainkan representasi dari semangat untuk mempertemukan nilai keislaman, keindonesiaan, dan semangat pengabdian dalam perjalanan HMI.

Kemunculan Ridho menambah dinamika bursa kandidat menjelang Kongres HMI XXXIII. Forum tersebut nantinya menjadi ruang bagi kader HMI dari berbagai daerah untuk bermusyawarah dan menentukan arah kepemimpinan organisasi di tingkat nasional.

Dengan membawa semangat “Dari Lampung Untuk Indonesia”, Ridho menyatakan kesiapan untuk membawa gagasan tersebut ke ruang kongres sekaligus mengambil bagian dalam proses regenerasi kepemimpinan HMI. Menjaga nilai agar tidak kehilangan arah. Menjawab zaman agar HMI tetap relevan. (rel)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini