Phillerson mencetak dua gol kemenangan Ayam Kinantan masing-masing menit 23 dan menit ke-45+2. Gol pelipur lara tuan rumah dihasilkan lewat titik putih oleh Ezekhiel Ndouassel masa tambahan waktu normal.
Jalannya pertandingan, anak asuh Eko Purdjianto memperlihatkan mentalitas kuat kendati suporter tuan rumah memberikan dukungan penuh kepada PSGC. Taktikal permainan pun alami perubahan, menyusul absennya striker Javier Siverio sebagai mesin gol karena menjalani hukuman karu merah.
Eko menginstruksikan counter attack cepat, memanfaatkan celah pertahanan lawan yang keasyikan mengepung kubu Ayam Kinantan. Menyusul, upaya tuan rumah meredam agresivitas diperagakan Phillerson dkk. Ikhsan Chan bersama Rayhan Utama, dan Phillerson tampil cemerlang merepotkan PSGC.
Hasilnya terbukti di menit 23, Phillerson berhasil memanfaatkan peluang merobek jala Yofan Pranata, sehingga membuat permainan kian menarik. Keunggulan semakin melebar, tatkala winger asal Brazil tersebut memaksimalkan asist dari Ikhsan Chan beberaap saat jelang turun minum 2-0 untuk PSMS Medan.
Pada 45 menit kedua, PSGC berusaha meningkatkan tekanan demi memperkecil ketertinggalan. Sebaliknya, PSMS berupaya menjaga bahkan menambah keunggulan hingga pertandingan mendekati akhir. Sampai akhirnya, konsentrasi sering dikhawatirkan Eko setiap memasuki waktu normal pun kembali terjadi.
Kehilangan fokus menit-menit akhir akhirnya menciptakan kesalahan, membuat PSGC mendapatkan hadiah penalti yang diekseskusi dengan baik oleh Ezekhiel Ndouassel menit ke-90+7. Bola kembali bergulir, pertandingan semakin menegangkan hingga akhirnya pluit panjang ditiupkan wasit kedudukan tidak berubah 2-1 untuk PSMS Medan.
Eko Purdjianto sebagai pelatih merasa bersyukur dengan hasil positif diraih Ikhsan Chan cs, apalagi diperoleh di pertandingan tandang.
"Alhamdulillah, hasil yang patut kita syukuri. Dapat tiga poin lagi, dalam laga away. Perjuangan pemain luar biasa sampai menit akhir. Walaupun tadi di waktu tambahan terlepas ada penalti, namun kita tetap syukuri dapat poin penuh hari ini," katanya.
Dalam penjelasan seusai pertandingan, Eko akui, kemenangan tersebut tidak terlepas dari kedisiplinan pemain menjalankan skema permainan yang dipersiapkan selama latihan.
"Kami bermain dengan pola permainan sendiri. Perjuangan pemain luar biasa, terlihat dari latihan beberapa hari ini, terlepas Ciamis main seperti apa," jelas mantan pelatih PSIS Semarang tersebut, seraya meminta tim memantapkan tekad bahwa semua pertandingan harus diwaspadai.
Mewakili seluruh pemain, penyerang PSMS Medan Taufik Hidayat mengaku, tambahan tiga poin di markas lawan menjadi modal penting bagi Ayam Kinantan menjaga persaingan menuju target promosi.
"Alhamdulillah, bisa mencuri poin di kandang lawan. Ini bagus buat tim kita. Semoga kita bisa konsisten terus ke depannya dan bisa lolos, insyaallah, ke Liga 1," seru Taufik.
Setelah mengamankan kemenangan di Ciamis, PSMS kini harus bersiap menghadapi tantangan berikutnya di I.League Cup melawan Persija Jakarta, Selasa (3/11/2026) pukul 19.00 WIB.
Eko memastikan, tim akan dipersiapkan dengan skuad terbaik menatap pertandingan tersebut, apalagi bermain di kandang sendiri, di Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU).
"Kita persiapkan skuad terbaik. Kita mainkan yang terbaik melawan Persija, apalagi laga home," ucap Eko.
Kemenangan atas PSGC menjadi suntikan kepercayaan diri bagi PSMS. Hasil tersebut membuat PSMS Medan menempel ketat pemimpin klasemen sementara Grup A, PSPS Pekanbaru yang mengkoleksi 19 poin. (jie)
