-->

Rico Waas Berang, RS Bunda Thamrin Pernah Tolak Pasien Medan: Perintahkan Dinas Kesehatan Panggil Manajemen

Sebarkan:


Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam kegiatan Sapa Warga di Jalan Mistar Ujung, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (24/10/2026). Istimewa/Hastara.id 
MEDAN, HASTARA.ID — Manajemen Rumah Sakit (RS) Bunda Thamrin Medan diminta menjelaskan dugaan penolakan pasien pengguna BPJS Kesehatan setelah seorang warga Medan mengaku ditolak berobat dengan alasan kepesertaan tidak aktif. Padahal, saat berobat ke RS lain, BPJS pasien tersebut disebut masih aktif.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memerintahkan Dinas Kesehatan memanggil manajemen rumah sakit tersebut untuk mengklarifikasi persoalan sekaligus mempertemukannya dengan pasien yang mengadu.

Pengaduan disampaikan Nur, warga Kelurahan Sekip, dalam kegiatan Gotong Royong dan Sapa Warga di Jalan Mistar Ujung, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (24/10/2026).

Nur mengaku suaminya ditolak berobat di RS Bunda Thamrin karena BPJS disebut tidak aktif. Namun, saat beralih ke RS Vina Estetika, kepesertaan tersebut ternyata aktif.

Menanggapi hal itu, Rico mempertanyakan perbedaan informasi tersebut dan meminta persoalan ditelusuri secara menyeluruh.

“Orang lagi kesakitan itu jangan dipersulit. Jangan begitu rumah sakit. Sama-sama kalau mau merawat masyarakat, ya semuanya dirawat,” tegas Rico.

Ia menegaskan, Pemko Medan telah membiayai kepesertaan masyarakat melalui program Universal Health Coverage (UHC). Karena itu, persoalan administrasi maupun status kepesertaan harus diperjelas agar tidak menghambat akses warga terhadap pelayanan kesehatan.

“Wajib. Enggak bisa enggak, wajib,” ujar Rico saat ditanya mengenai kewajiban rumah sakit menerima pasien UHC.

Rico juga meminta Dinas Kesehatan mendata rumah sakit yang diduga menolak pasien untuk ditelusuri dan dievaluasi. Menurutnya semua warga Medan sudah dicover UHC dengan cukup membawa KTP elektronik. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini