-->

Rico Waas Dorong Kuota Bantuan Mahasiswa di Medan Ditambah Tahun Depan, Uang Rakyat untuk Generasi Muda Bangsa

Sebarkan:

 

Wali Kota Medan Rico Waas menyerahkan secara simbolis bantuan biaya pendidikan mahasiswa di Kota Medan yang diselenggarakan Dinas Sosial Kota Medan di Grand Kanaya Hotel, Jalan Darussalam, Medan, Jumat (23/10/2026). Hasby/Hastara.id
MEDAN, HASTARA.ID — Komitmen memperluas akses pendidikan bagi generasi muda ditegaskan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melalui penyaluran bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa di Medan tahun ini. Dengan anggaran Rp3 miliar, program ini diharapkan membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani persoalan biaya.

Rico bahkan meminta agar kuota penerima bantuan tersebut ditambah pada tahun mendatang. Menurutnya, pendidikan merupakan sektor penting yang harus mendapat perhatian lebih besar dalam pengelolaan anggaran pemerintah.

“Ini harus ditambah lagi kuotanya tahun depan. Kalau untuk pendidikan harus ditambah. Masih banyak kok yang bisa diefisienkan untuk mendongkrak bantuan pendidikan seperti ini,” katanya saat sambutan di Grand Kanaya Hotel, Jalan Darussalam, Medan, Jumat (23/10).

Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan Pemerintah Kota Medan dalam mendukung keberlanjutan pendidikan generasi muda. Komitmen ini juga sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan yang layak.

Uang Rakyat untuk Masa Depan Generasi

Di hadapan mahasiswa penerima bantuan dan orang tua atau wali mereka, Rico menegaskan bahwa dana yang disalurkan bukanlah uang pribadi kepala daerah, melainkan uang rakyat yang harus dikelola dan dimanfaatkan secara tepat sasaran.

“Ini bukan uang saya. Uang rakyat. Kami hanya mengelolanya dan disalurkan secara tepat,” ujarnya.

Rico meminta para mahasiswa jangan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, tetapi juga menghargai perjuangan orang tua yang telah berupaya menyekolahkan mereka hingga ke perguruan tinggi, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan ekonomi.

Menurutnya, bantuan pendidikan tidak boleh dipandang sekadar sebagai pemberian dana. Lebih dari itu, program tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk menjaga agar kesempatan meraih pendidikan tinggi tidak terhenti akibat ketidakmampuan ekonomi keluarga.

“Jangan berterima kasih kepada saya, tetapi kepada orang tua kalian. Dengan segala keterbatasan dan kesulitan, mereka berupaya menyekolahkan kalian sejak SD, SMP, SMA hingga kuliah,” katanya.

Ia menilai, di balik perjuangan orang tua terdapat harapan besar agar anak-anak mereka memperoleh kehidupan yang lebih baik dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga. Karena itu, pemerintah harus hadir melalui kebijakan anggaran yang berpihak pada kebutuhan masyarakat, termasuk memastikan generasi muda tetap memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.

“Jangan sampai pendidikan generasi bangsa terputus karena ketiadaan biaya pendidikan,” tegasnya.

Sejalan dengan Asta Cita Presiden

Rico juga mengaitkan perhatian Pemko Medan terhadap sektor pendidikan dengan kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyinggung sejumlah program strategis nasional, antara lain Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda Unggulan, serta pemenuhan gizi bagi pelajar sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang dan kemampuan belajar generasi muda.

Menurut Rico, investasi di bidang pendidikan menjadi salah satu fondasi penting untuk mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia maju serta berdaulat.

“Generasi adik-adik inilah yang menentukan Indonesia Emas 2045 nanti. Potensi kalian perlu mendapat perhatian. Masa depan mereka harus dipikirkan melalui berbagai cara, termasuk pemberian bantuan seperti ini,” ujarnya.

Ia berharap bantuan biaya pendidikan dapat memberi ruang bagi mahasiswa untuk lebih fokus belajar, mengembangkan kemampuan, serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan setelah lulus kuliah.

Rico mengakui bahwa tantangan tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan. Dunia kerja menuntut kemampuan dan kompetensi yang memadai. Namun, ia meminta mahasiswa tidak takut menghadapi persaingan selama terus meningkatkan kapasitas diri. Ia juga berharap ilmu yang diperoleh para mahasiswa kelak dapat diaplikasikan untuk pembangunan Kota Medan dan kepentingan masyarakat luas.

“Kami berharap suatu saat ilmu yang didapat bisa diaplikasikan untuk kota ini. Kembalilah dan mengabdilah untuk Kota Medan. Mengabdilah untuk Indonesia,” pesannya.

Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Khoiruddin Rangkuti, mengatakan bahwa program bantuan biaya pendidikan ini diarahkan untuk membantu mahasiswa dari keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga 5.

Program tersebut bertujuan meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan tinggi, membantu meringankan beban ekonomi keluarga, serta mengurangi risiko mahasiswa putus kuliah karena keterbatasan biaya. Pada 2026, bantuan dialokasikan melalui anggaran dinasnya sebesar Rp3 miliar dengan jumlah penerima sebanyak 214 mahasiswa. Besaran bantuan bervariasi, dengan nilai maksimal Rp6 juta per semester.

Dari sisi akademik, persyaratan indeks prestasi kumulatif (IPK) yang disebutkan dalam program ini adalah minimal 3,00 bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) dan 3,50 bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS).

“Kami berterima kasih kepada Bapak Wali Kota Medan yang telah memberikan atensi luar biasa terkait pemberian bantuan ini. Kepada adik-adik kami, semoga bantuan ini bisa segera diberikan kepada kalian semua,” ujarnya.

Harapan Masa Depan

Perwakilan mahasiswa penerima bantuan, Muhammad Fahrezi Harahap, menyampaikan rasa syukur atas program yang dinilai dapat meringankan beban keluarga sekaligus menjadi penyemangat untuk terus menuntut ilmu.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar dukungan finansial, melainkan juga bentuk perhatian yang memberi harapan bagi mahasiswa untuk meraih masa depan lebih baik.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas program ini. Bagi kami, bantuan ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi memperjuangkan masa depan yang lebih baik,” ungkap Fahrezi.

Ia berkomitmen untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan kelak memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Kami berkomitmen melalui bantuan ini untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat. Kami berharap semakin banyak manfaat dari program ini ke depannya,” kata dia. 

Fahrezi juga menyampaikan terima kasih kepada wali kota dan Dinsos. Ia berharap program tersebut terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak mahasiswa yang membutuhkan.

“Kami berterima kasih kepada bapak wali kota dan Dinas Sosial atas bantuan ini. Biarlah ekspresi orang tua kami yang mewakili kebahagiaan kami hari ini,” tuturnya.

Sebelum penyerahan bantuan, motivator Yovie Andinata turut memberikan motivasi kepada mahasiswa agar membangun pola pikir dan mental positif dalam merancang masa depan. Ia mengingatkan mahasiswa untuk tidak menyia-nyiakan masa muda dengan terus belajar dan menggali pengetahuan dari berbagai sumber agar mampu mengikuti perkembangan zaman. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini