Austin mendatangi Gedung Parada Harahap, Jalan Adinegoro, Medan, Senin (2/11), didampingi Redaktur Pelaksana Waspada Online M Agus Utama, Redaktur Sumut Waspada David Swayana, serta sejumlah tim redaksi lainnya.
Kedatangannya diterima Ketua Organizing Committee (OC) Konferensi PWI Sumut, Rifki Warisan, dan Sekretaris Steering Committee (SC), Riza Mulyadi.
Pengambilan formulir tersebut sekaligus menegaskan keseriusan Austin untuk bertarung dalam konferensi mendatang. Namun, pencalonannya tidak sekadar menawarkan pergantian kepemimpinan. Ia justru menyoroti sejumlah persoalan mendasar dalam tata kelola organisasi yang dinilainya masih perlu dibenahi.
"Alasan saya mencalonkan diri tentu untuk pembenahan tata kelola organisasi yang belum maksimal serta menjaga marwah, profesionalisme, dan integritas PWI Sumut. Acuan organisasi itu AD/ART PWI dan Peraturan Organisasi (PO). Faktanya, masih banyak yang harus kita benahi," tegas Austin.
Austin bahkan secara terbuka menyoroti pelaksanaan konferensi yang menurut pandangannya masih menyisakan persoalan organisasi. Ia menilai, berdasarkan AD/ART dan PO PWI, pelaksanaan konferensi seharusnya dapat ditunda apabila masih terdapat pelanggaran yang belum diselesaikan.
"Pelaksanaan konferensi bahkan seharusnya diundur karena masih ada pelanggaran. Kita harap PWI Pusat bisa menanggapi surat keberatan yang telah diajukan dan menunda pelaksanaan demi kebaikan bersama serta marwah organisasi," ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu isu penting dalam kontestasi kali ini. Sebab, bagi Austin, legitimasi kepemimpinan tidak cukup hanya ditentukan melalui proses pemilihan, tetapi juga harus ditopang kepatuhan terhadap aturan organisasi dan penyelesaian keberatan secara transparan.
Austin yang menjabat Wakil Ketua Bidang Media Siber dan Multimedia PWI Sumut periode 2021-2026 itu juga memaparkan arah pembenahan apabila dipercaya memimpin organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut.
Ia berkomitmen membangun kepengurusan berdasarkan kompetensi, kualitas, dan kapasitas kerja, bukan sekadar mengejar jumlah pengurus ataupun mengakomodasi kepentingan dan titipan pihak tertentu.
Menurutnya, komposisi kepengurusan harus mengedepankan kolaborasi lintas generasi, memadukan pengalaman wartawan senior dengan energi generasi muda, serta memberikan keterwakilan yang proporsional bagi wartawan dari kabupaten/kota di Sumatera Utara.
"Pengurus harus ditempatkan sesuai kompetensi dan kualitasnya, bukan kuantitas maupun titipan. Kita ingin kepengurusan yang bisa bekerja sama, ada kolaborasi tua dan muda, serta keterwakilan kabupaten/kota," katanya.
Selain menjabat Wakil Ketua Bidang Media Siber dan Multimedia PWI Sumut, Austin juga dikenal sebagai Penguji Nasional Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI dan Penasihat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumut.
Tahapan Pendaftaran
Ketua OC Konferensi PWI Sumut, Rifki Warisan, menjelaskan bahwa pengambilan dan pendaftaran berkas bakal calon Ketua PWI Sumut maupun Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sumut periode 2026-2031 dibuka pada 2-6 November 2026.
Panitia memberikan kesempatan perbaikan dan pelengkapan berkas pada 7-8 November. Selanjutnya, pada 9 November 2026, dilakukan penetapan berkas bakal calon yang memenuhi maupun tidak memenuhi persyaratan. "Data selanjutnya akan dikirim ke Jakarta untuk ditetapkan PWI Pusat sebagai rekomendasi bakal calon," ucapnya.
Adapun persyaratan organisasi bagi calon Ketua PWI dan Ketua DKP PWI Sumut antara lain berstatus anggota biasa minimal lima tahun dan masih aktif, memiliki sertifikat UKW jenjang Utama, serta pernah menjadi pengurus PWI di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota.
Bakal calon juga diwajibkan melampirkan surat pernyataan, surat keterangan sehat, Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), serta dukungan minimal 10 persen dari jumlah pemilih berdasarkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) revisi kedua, berikut dokumen pendukung lainnya. Khusus calon Ketua DKP PWI, terdapat persyaratan tambahan berupa usia minimal 40 tahun.
Rifki menambahkan, setiap surat dukungan wajib disertai Kartu Tanda Anggota (KTA) biasa yang masih aktif. Kartu fisik asli juga harus dibawa saat pendaftaran untuk diverifikasi panitia guna mengantisipasi duplikasi data maupun penyalahgunaan nama anggota.
Pada hari pertama pembukaan pengambilan formulir, Austin tercatat sebagai satu-satunya bakal calon Ketua PWI Sumut yang hadir mengambil formulir. Sementara itu, Khairul Muslim dan Rizal Rudi Surya mengambil formulir untuk bakal calon Ketua DKP PWI Sumut. (has)
