![]() |
| Warga Lingkungan XI menyampaikan protes atas pengangkatan Fino sebagai pemimpin mereka di kantor Lurah Sei Agul, baru-baru ini. |
MEDAN, HASTARA.ID — Warga Lingkungan XI, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, menolak pengangkatan Fino sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) XI. Penolakan ini didasari dugaan Fino tidak berdomisili di Lingkungan XI saat mendaftar sebagai calon kepling, sehingga pencalonannya dianggap menyalahi aturan yang berlaku.
Warga juga menemukan dugaan kecurangan dalam proses pencalonan, terutama terkait pengumpulan kartu keluarga sebagai syarat dukungan 30 persen bagi calon kepling. Menurut mereka, banyak warga yang mendukung Fino justru tidak lagi berdomisili di Lingkungan XI. Hal ini bertentangan dengan Pasal 7 Ayat 3 Peraturan Wali Kota Medan Nomor 21 Tahun 2021, yang mengatur bahwa calon kepala lingkungan harus merupakan warga yang berdomisili tetap di wilayah yang dipimpinnya.
"Kami jelas menolak pengangkatan Fino sebagai Kepling XI. Sejak awal, tidak ada dukungan dari warga, tapi anehnya camat dan lurah tetap mengangkatnya," ungkap salah seorang warga saat bertemu dengan Anggota DPRD Medan, Antonius Devolis Tumanggor, di Markas Sopo ATRestorasi Bersatu, Jalan Karya Mesjid, Kelurahan Sei Agul, Sabtu malam (22/3).
Bertindak
Menyikapi keluhan warga, Antonius Tumanggor meminta camat Medan Barat dan lurah Sei Agul untuk segera menyelesaikan polemik ini. Menurutnya, jika pengangkatan Fino tetap dipaksakan tanpa verifikasi yang jelas, maka lurah dan camat sebaiknya mengundurkan diri.
"Saya didatangi puluhan warga yang menyampaikan keberatan mereka. Kalau camat dan lurah tidak bisa menyelesaikan masalah ini dengan adil, lebih baik mundur saja," tegas politisi Partai NasDem tersebut.
Sedang Verifikasi
Menanggapi kontroversi ini, Camat Medan Barat, Hendra, mengonfirmasi bahwa ada empat calon kepling yang bersaing di Lingkungan XI. Ia mengungkapkan permasalahan ini sudah pernah dibahas dalam rapat Komisi I DPRD Medan, di mana camat dan lurah diminta melakukan verifikasi ulang terhadap berkas administrasi para calon.
"Saat ini, kami sedang melakukan verifikasi data terhadap empat kandidat yang ikut pencalonan Kepling XI. Kami meminta warga untuk bersabar," ujar Hendra saat dikonfirmasi, Minggu malam (23/3).
Meski demikian, warga tetap berharap agar pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk membatalkan pengangkatan Fino sebagai Kepling XI demi menjaga keadilan dan transparansi dalam pemilihan pemimpin lingkungan. (has)
