Acara ini juga menjadi momentum haul bagi orang tua almarhum, yakni almarhum Husein Giman dan almarhumah Asnidar, serta almarhum Muhammad Sujono dan almarhumah Wagini. Kegiatan diisi dengan tausiah keagamaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh sejumlah penceramah dan qori internasional. Tausiah disampaikan oleh Ustaz Cahyadi Anugrah (Ucay) dan Ustaz Abdil Muhadir Ritonga. Sementara lantunan ayat suci Al-Qur’an dibawakan oleh para qori, di antaranya Muhammad Daud Sitorus, Adnan Tumagger, H Darwin Hasibuan, SPdI, serta Ahmad Khairi Novandra.
Acara dimulai sekitar pukul 22.00 WIB setelah pelaksanaan Salat Tarawih dan berlangsung hingga menjelang sahur. Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Anggota DPRD Sumut Palacheta Subies Subianto, Sekretaris DPRD Sumut Muhammad Ali Sipahutar, Kabag Hukum Pemko Medan Junaidi Sanjaya, Camat Medan Amplas Zulfahmi Tarigan, Kepala KUA Medan Amplas Lukmanul Hakim Hasibuan, para lurah dan kepala lingkungan se-Kecamatan Medan Amplas, serta pengurus organisasi keagamaan tingkat Kota Medan dan Provinsi Sumatera Utara.
Camat Medan Amplas Zulfahmi Tarigan mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini membawa keberkahan bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana mendoakan keluarga yang telah berpulang.
“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Ustaz Muhajir yang telah menyelenggarakan acara seperti ini. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua, khususnya doa-doa yang dipanjatkan kepada keluarga yang telah berpulang dapat diijabah oleh Allah SWT,” ujarnya.
Pendiri TPQ Al-Muhajirin, Ustaz H Muhajir, juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan dan masyarakat yang turut memeriahkan acara tersebut. Ia mengatakan, kegiatan ini digelar sebagai bentuk doa dan munajat kepada Allah SWT bagi keluarga yang telah lebih dahulu berpulang.
“Acara ini kami selenggarakan untuk mengirimkan doa kepada orang tua, abang kandung, serta keluarga besar kami yang telah dipanggil Allah SWT. Semoga mereka diberikan kelapangan kubur, diampuni segala dosanya, dan kelak dipertemukan kembali dalam satu keluarga di surga Allah,” ungkapnya.
Keluarga besarnya berharap kegiatan tersebut juga dapat mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, khususnya di bulan suci Ramadan.
![]() |
| Flyer kegiatan yang digagas TPQ Al-Muhajirin di Jalan Garu VI No.42, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas. Istimewa |
Dalam tausiahnya, Ustaz Cahyadi Anugrah mengingatkan pentingnya mengambil hikmah dari kematian sebagai pengingat bagi manusia untuk memperbanyak amal.
Ia menyampaikan bahwa kematian merupakan kepastian yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Karena itu, manusia diingatkan untuk memperbanyak istighfar dan amal kebaikan selama hidup.
“Kematian itu seperti bayang-bayang yang selalu mengikuti kita. Tidak ada seorang pun yang bisa lepas darinya. Karena itu, perbanyaklah istighfar dan jadikan Ramadan sebagai momentum memperbanyak amal,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pesan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW bahwa manusia bebas menjalani hidup, mencintai apa yang diinginkan, dan melakukan apa yang disukai, namun semuanya kelak akan ditinggalkan dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Menurutnya, bekal terbaik menghadapi kematian adalah amal kebaikan, termasuk sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta doa anak yang saleh.
“Ramadan adalah bulan berburu amal. Karena itu jadikan setiap aktivitas kita sebagai ladang kebaikan,” katanya.
Acara ditutup dengan bermunajat kepada Allah SWT dan sahur bersama.
H Khairul Bahri dikenang sebagai salah satu qori berprestasi di Ibukota Provinsi Sumatera Utara. Semasa hidup, ia sangat aktif menjalankan tugas sebagai penyuluh di jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Medan, beberapa lembaga/organisasi kemasyarakatan Islam serta menjadi imam Masjid Raya Al-Mahsun Medan. (has)

