-->

Brastagi Supermarket Masih Pajang Produk Tanpa Tanggal Kadaluarsa, Begini Tanggapan Wali Kota Medan

Sebarkan:

 

Produk impor berupa permen kemasan tanpa label halal dan tanggal kadaluarsa masih diperjualbelikan oleh manajemen Brastagi Supermarket, Jalan Gatot Subroto, Medan, Jumat (7/2/2025). Hasby/Hastara.id

MEDAN, HASTARA.ID — Manajemen Brastagi Supermarket masih memajang produk impor tanpa label halal dan tanggal kadaluarsa, meski sebelumnya sudah diperingatkan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas saat meninjau pasar modern tersebut. 

Amatan wartawan di Brastagi Supermarket Jalan Gatot Subroto, Medan, Jumat (7/3/2025), produk yang dipajang masih ada tanpa ketentuan tanggal kadaluarsa dan label halal seperti permen-permen dan makanan ringan. Bahkan ditempatkan satu rak dengan permen kemasan yang diminta wali kota untuk ditarik sementara. Lalu ada permen dengan bentuk boneka unik dengan label made in China, serta produk makanan berjenis mie instan. 

Merespon informasi ini, Wali Kota Medan Rico Waas meminta wartawan mengirimkan bukti foto kepadanya soal produk yang tak punya tanggal kadaluarsa dan label halal yang masih beredar di Brastagi Supermarket. 

"Kirimkan fotonya ke kami ya, supaya nanti tidak salah langkah dalam mengambil tindakan," katanya usai silaturahmi dengan Dandenpom I/5 Medan, Jumat sore. 

Dirinya mengaku jika benar hal itu masih terjadi, akan mendorong jajarannya untuk melakukan tugas pengawasan bahkan penindakan. Menurutnya pengawasan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. 

"Karena kan bisa jadi ada barang baru. Jadi kita evaluasi terus-menerus, ada kesalahan kita evaluasi. Kalau ada yang melanggar lapor ke kami, akan kami tindak, barangnya yang mana, produknya yang mana," tegas Wali Kota Medan Rico Waas di Kantor Denpom. 

Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Medan, Benny Iskandar Nasution, menyayangkan masih adanya temuan seperti itu di Pasar Modern Brastagi Supermarket. Dia berjanji segera mengerahkan tim untuk melakukan pengawasan berkala. 

"Terimakasih informasinya, kita akan meninjau dan mengerahkan tim untuk cek ulang dan evaluasi," katanya. (has)



Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini