![]() |
Koordinator Divisi Humas Datin Bawaslu Sumut, Saut Boangmanalu. Istimewa/Hastara.id |
Dalam sambutannya, Saut menyampaikan tiga poin penting sebagai refleksi perjalanan lembaga pengawas pemilu tersebut.
Pertama, ia menekankan bahwa peringatan HUT ini harus menjadi momentum untuk memperkuat integritas dan konsistensi dalam mengawal demokrasi. Menurutnya, pengawasan pemilu yang adil harus dilandasi semangat tanggung jawab dan keteguhan hati.
“Integritas adalah fondasi utama. Kami ingin memastikan bahwa setiap tahapan pemilu berlangsung dengan prinsip keadilan dan tanpa intervensi,” ujar Saut.
Kedua, ia menyatakan pentingnya transformasi digital dalam memperkuat pelayanan publik dan pengelolaan data. Bawaslu, kata Saut, harus menjadi lembaga yang terbuka, adaptif, dan mampu merespon dinamika zaman.
“Digitalisasi bukan hanya tren, tetapi kebutuhan strategis agar kami tetap relevan dan akuntabel di mata publik,” katanya.
Ketiga, Saut menggarisbawahi urgensi membangun pengawasan partisipatif melalui kolaborasi aktif dengan masyarakat. Ia menyebut, partisipasi publik menjadi kekuatan utama dalam menciptakan pemilu yang jujur, transparan, dan bermartabat.
“Pemilu bukan hanya tanggungjawab penyelenggara, tetapi milik seluruh rakyat. Di sinilah pentingnya pengawasan partisipatif,” tegasnya.
Mengakhiri pernyataannya, Saut menyebut usia ke-12 ini sebagai fase konsolidasi, di mana Bawaslu semakin memperkuat peran sebagai pilar demokrasi yang modern dan relevan. (rel/has)