![]() |
Mahasiswi UMSU mencuri perhatian di panggung Balige Writers Festival 2025 yang berlangsung pada 31 Juli - 1 Agustus. Istimewa/Hastara.id |
TAPUT, HASTARA.ID — Semangat literasi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mencuri perhatian di panggung Balige Writers Festival (BWF) 2025 yang berlangsung pada 31 Juli hingga 1 Agustus di Balige, Tapanuli Utara (Taput).
Pertama kalinya, komunitas literasi mahasiswa Kopi Suhi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMSU tampil dalam festival sastra berskala nasional tersebut. Enam karya mahasiswa Kopi Suhi berhasil masuk dalam antologi puisi nasional bertema etnis Batak, dan dua di antaranya dibacakan langsung di hadapan publik sastra Indonesia.
Mereka adalah Julia Ananda Putri dan Naifa Kayla Anjani, yang tampil membacakan puisinya di panggung utama. Penampilan mereka mendapat sambutan hangat dari para penulis senior dan audiens yang memadati lokasi festival. Salah satu karya yang juga menyentak perhatian malam itu adalah puisi dari Khairul Anam.
Kehadiran komunitas Kopi Suhi di BWF 2025 mencatatkan sejarah sebagai komunitas sastra kampus pertama dari Sumatera Utara yang berpartisipasi dalam ajang tersebut. Festival ini sendiri didukung Program Penguatan Festival Sastra dari Kementerian Kebudayaan dan menghadirkan sejumlah nama besar di dunia kepenulisan nasional, seperti penulis senior Nestor Tambunan, penulis film "Pariban" dari Bandung, serta novelis muda Ida Fitri yang merupakan nominator Kusala Sastra Khatulistiwa 2025.
Turut hadir pula sastrawan muda seperti Abinaya Ghena Jamila (Yogyakarta), Yona Primadesi (peneliti sastra anak), dan Rio Fernandez Tamba dari komunitas Kawan Pustaha.
Dekan FKIP UMSU, Hj. Syamsuyurnita, memberikan dukungan penuh terhadap partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini dan melepas langsung keberangkatan mereka ke Balige. Sementara pendampingan dilakukan oleh Wakil Dekan III FKIP, Mandra Saragih, bersama dosen pembimbing Yulhasni dan Khairul Anam.
"Kami sangat bangga dengan kehadiran Kopi Suhi di Balige Writers Festival. Ini langkah besar dalam pengembangan literasi di lingkungan kampus. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi juga langsung memperkenalkan karya mereka di panggung nasional," ujar Mandra Saragih.
Mandra juga mengungkapkan kebanggaannya atas peran alumni FKIP UMSU dalam festival ini. Salah satunya, Ubaidillah Al Anshori, ditunjuk sebagai kurator antologi puisi Balige dalam Puisi. Selain itu, dua alumni lainnya, Zuliana Ibrahim dan Rian Harahap, juga turut serta dalam kegiatan tersebut.
Apresiasi terhadap Kopi Suhi juga datang dari Staf Khusus Kementerian Kebudayaan RI, Anissa Rengganis. Dalam salah satu sesi diskusi, ia menyatakan dukungannya terhadap gerakan literasi mahasiswa ini.
"Kopi Suhi FKIP UMSU adalah benih yang menjanjikan. Semoga mereka terus berkarya dan menjadi pelopor lahirnya generasi sastrawan muda yang kuat, kreatif, dan berjiwa kebangsaan," ucapnya.
Direktur Utama Balige Writers Festival, Grace Dolok Saribu, menyebut partisipasi komunitas mahasiswa sebagai bagian penting dari keberlanjutan festival.
"Melihat antusiasme komunitas seperti Kopi Suhi membuat kami yakin bahwa literasi di kalangan muda masih tumbuh. Kami berharap tahun depan lebih banyak komunitas kampus ikut berpartisipasi," ujarnya.
Tampil di panggung nasional untuk pertama kalinya, Kopi Suhi tidak hanya memperkenalkan nama UMSU di kancah sastra, tetapi juga membuka ruang bagi lahirnya semangat baru kepenulisan di kalangan mahasiswa. Komunitas ini diharapkan menjadi motor penggerak budaya literasi di kampus dan jembatan bagi mahasiswa menuju dunia sastra yang lebih luas. (rel)