![]() |
| Kolase foto genangan air di Gang Mulia, Kelurahan Tanah 600 dan tinjauan langsung pihak Kecamatan Medan Marelan pada akhir tahun lalu untuk merespons keluhan warga setempat. Istimewa/Hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Pemerintah Kecamatan Medan Marelan akhirnya buka suara soal kerusakan infrastruktur warga yang bermukim di Gang Mulia, Kelurahan Tanah 600, dampak pembangunan komplek perumahan di wilayah tersebut.
Camat Medan Marelan, Zulkifli Syahputra Pulungan, mengatakan pihaknya sudah turun ke lokasi bersama Unit Pelaksana Teknis Medan Utara Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga Bina Konstruksi Kota Medan guna merespons keluhan warga.
"Untuk di Gang Mulia kami sudah turun langsung bersama UPT Medan Utara Dinas SDBABMBK Medan akhir tahun kemarin," ujarnya menjawab Hastara.id, Kamis (12/3/2026).
Selain peninjauan lapangan, pihaknya bersama UPT Medan Utara Dinas SDABMBK juga telah melakukan pengukuran dan kegiatan teknis lainnya, bertujuan memperbaiki kembali infrastruktur di wilayah dimaksud.
"Insyaallah informasi dari UPT terkait sudah prioritas pengerjaan pada triwulan II tahun ini (April 2026)," pungkasnya.
Hal senada diungkapkan Lurah Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, Muhammad Ardiansyah Lubis. Menurutnya, keluhan warga Gang Mulia sejatinya sudah direspons dan ditindaklanjuti oleh pihaknya secara berjenjang.
"Sudah kita tanggapi dan sudah kita sampaikan ke pihak terkait. Dari pihak kecamatan juga sudah menyampaikan ke dinas terkait dalam hal ini pak camat sudah berkordinasi ke Dinas SDABMBK," ujarnya.
Dia juga mengaku dinas terkait segera melakukan pengerjaan perbaikan infrastruktur di wilayah itu. "Iya, sudah masuk program prioritas di tahun ini," pungkas Ardiansyah.
Sebelumnya, warga Gang Mulia, Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan kembali mengeluhkan dugaan pembuangan limbah rumah tangga oleh oknum pengembang properti ke lahan bekas persawahan di kawasan tersebut.
Praktik tersebut telah memicu kerusakan lingkungan hingga menyebabkan banjir di permukiman warga saat hujan turun. Lokasi persisnya berada di Jalan Marelan VII Pasar 1 Tengah Gang Mulia, Kelurahan Tanah 600.
Menurut keterangan warga, limbah rumah tangga dari sejumlah bangunan kontrakan diduga sengaja dialirkan ke lahan kosong yang berada di depan permukiman. Akibatnya, tanah bekas persawahan yang sebelumnya berfungsi sebagai area resapan kini berubah menjadi kolam genangan.
“Drainase dari kontrakan di depan itu semuanya diarahkan ke tanah kosong. Sekarang tanah itu sudah berubah jadi kolam, dan kalau hujan turun jalan di Gang Mulia langsung banjir,” ujar Mantha, warga setempat kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).
Warga menilai kondisi tersebut terjadi karena tidak adanya penanganan serius dari pihak terkait, meskipun keluhan sudah berulang kali disampaikan kepada aparat lingkungan setempat.
Mereka mengaku telah beberapa kali melayangkan surat kepada aparatur setempat mulai tingkat kepala lingkungan, lurah hingga camat. Namun hingga kini belum ada respons maupun langkah konkret untuk mengatasi permasalahan yang terjadi.
“Sudah berulang kali kami kirimkan surat, tapi tidak ada balasan dan tidak ada tindakan. Seolah-olah keluhan masyarakat diabaikan,” ungkap Mantha.
Warga juga menyoroti dugaan pembiaran oleh aparat pemerintahan di tingkat lingkungan hingga kecamatan. Mereka menyebut persoalan tersebut belum mendapat perhatian serius dari kepala kepling, lurah, maupun pihak kecamatan.
Akibat tidak adanya penyelesaian, warga mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum agar persoalan dugaan pencemaran lingkungan dan dampak banjir yang mereka alami dapat segera ditangani.
Warga berharap Wali Kota Medan Rico Waas segera turun tangan melakukan peninjauan lapangan, sekaligus mengambil langkah tegas terhadap pihak yang diduga membuang limbah secara sembarangan.
“Kalau tidak ada tindakan juga, kami akan bawa persoalan ini ke jalur hukum,” pungkas Mantha. (has)
