MEDAN, HASTARA.ID — Sejumlah mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar aksi protes di depan Gedung Biro Rektor USU, Jalan Dr. Mansyur, Medan, Minggu (17/8/2025). Aksi dilakukan usai pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di kampus tersebut.
Dalam aksinya, mahasiswa menyuarakan kritik terhadap kepemimpinan Rektor USU, Muryanto Amin. Mereka menilai Muryanto tidak menjaga marwah universitas lantaran namanya terseret dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalan yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Rektor seharusnya fokus pada tugas akademik, menjaga integritas universitas, bukan justru terseret dalam urusan proyek dan politik,” ujar salah seorang mahasiswa saat berorasi.
Para mahasiswa mendesak Majelis Wali Amanat (MWA) USU segera menyeret Muryanto ke sidang kode etik. Mereka menegaskan, keterlibatan Muryanto dalam berbagai kontroversi telah mencoreng nama baik perguruan tinggi.
Sorotan terhadap Muryanto bukan kali pertama. Saat proses pencalonan sebagai rektor pada 2021, ia pernah tersandung kasus dugaan self-plagiarism. Atas temuan itu, MWA sempat menjatuhkan sanksi, namun keputusan kemudian dibatalkan setelah adanya intervensi dari pihak kementerian.
Selama menjabat, nama Muryanto kembali menuai kritik dalam proyek pembangunan Kolam Retensi di kawasan USU yang dianggap tidak transparan. Pada 2024, ia juga dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut karena diduga menunjukkan keberpihakan kepada pasangan Bobby Nasution–Surya pada Pilkada serentak.
Isu terbaru yang menyeret nama Muryanto muncul setelah KPK memeriksanya terkait dugaan kasus korupsi pembangunan jalan di Mandailing Natal (Madina). Dalam perkara tersebut, sejumlah nama lain ikut diperiksa, termasuk Dedi Rangkuti yang diketahui masih berkerabat dengan Bobby Nasution.
Pemeriksaan itu diduga berkaitan erat dengan operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap mantan Kadis PUPR Sumut, Topan OP Ginting, bersama empat orang lainnya, bahkan menyeret mantan Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Yasir Ahmadi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak USU maupun Muryanto Amin belum memberikan keterangan resmi terkait aksi mahasiswa maupun desakan untuk sidang kode etik tersebut. (has)
