![]() |
| Wali Kota Medan, Rico Waas diabadikan bersama para pelajar usai penyerahan Program BSM dan peluncuran Kelas Digital di SMPN 11 Medan, Rabu (10/12/2025). Istimewa/Hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Pemerintah Kota Medan resmi meluncurkan 50 kelas digital yang tersebar di 25 SD dan 25 SMP negeri sebagai upaya mempercepat transformasi pendidikan dan mewujudkan generasi unggul, adaptif teknologi, dan siap bersaing di era digital.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa masa depan Indonesia emas 2045 sangat ditentukan kualitas para pendidik hari ini. Guru merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi unggul yang kelak memimpin negeri.
Pernyataan itu disampaikan Rico saat menghadiri penyerahan Program Bantuan Siswa Miskin (BSM), Launching Kelas Digital, serta Puncak Karya Budayawan Masuk Sekolah yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan di SMP Negeri 11 Medan, Jalan Budi Kemenangan, Medan Barat, Rabu (10/12/2025).
“Kalau ingin tahu seperti apa Indonesia emas 2045, lihatlah anak-anak yang sedang dididik hari ini. Guru-gurulah yang sedang membentuk masa depan bangsa,” ujarnya dihadapan ratusan siswa dan tenaga pendidik.
Rico menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda sejak dini untuk menghadapi tantangan masa depan. Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan gizi dan kualitas pendidikan anak-anak sekolah.
“Anak-anak harus dipersiapkan dengan intelektual, fisik, dan mental yang kuat agar siap menjadi pemimpin ke depan,” katanya.
Meresmikan
Kesempatan itu, Rico meresmikan Kelas Digital sebagai langkah modernisasi pembelajaran di Kota Medan. Teknologi, menurutnya, menjadi ruang baru untuk mempercepat pola pikir siswa di tengah era digital.
“Kelas digital adalah jalan agar siswa bisa berpikir lebih cepat di tengah kemajuan teknologi. Namun ada hal yang tak bisa digantikan teknologi: hati dan mentalitas. Hati dan mentalitas itulah yang dibentuk oleh guru," ujarnya.
Selain teknologi, Rico menyoroti pentingnya penguatan karakter dan identitas budaya lokal. Ia menegaskan bahwa budaya Indonesia tak boleh tergerus oleh derasnya arus budaya asing.
“Kita harus menanamkan budaya kita di hati anak-anak. Salah satu caranya adalah memasukkan budaya ke sekolah-sekolah,” ucapnya.
Acara turut dimeriahkan pertunjukan seni budaya oleh para siswa, serta penyerahan bantuan kepada siswa kurang mampu dan sertifikat untuk guru berprestasi.
Bantuan Pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Benny Sinomba Siregar, menyampaikan bahwa bantuan pendidikan pada 2025 diberikan kepada total 80.000 siswa SD dan SMP.
Rinciannya uang tunai untuk siswa SD: Rp450.000/siswa/tahun untuk 20.000 siswa: Uang tunai untuk siswa SMP: Rp750.000/siswa/tahun untuk 20.000 siswa: Bantuan perlengkapan sekolah: untuk 20.000 siswa SD dan 20.000 siswa SMP.
“Kami berharap bantuan ini mendorong siswa lebih giat belajar, meraih prestasi, dan ikut menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Benny.
Dalam peluncuran kelas digital di SMPN 11 Medan, Benny menambahkan bahwa sebanyak 25 SD dan 25 SMP negeri akan menjadi pilot project implementasi kelas digital berbasis Learning Management System.
“Program ini sejalan dengan visi misi Wali Kota Medan dalam mewujudkan Medan yang unggul melalui prioritas digitalisasi pendidikan berbasis smart class dan metaverse,” ujarnya. (rel)
