-->

Blackout Lumpuhkan Sumatera, GMNI Desak Presiden Prabowo Copot Dirut PLN

Sebarkan:

 

Kolase foto Presiden Prabowo Subianto dengan Dirut PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo versi Artificial Intellegence atau AI
 Istimewa/Hastara.id
JAKARTA, HASTARA.ID — Pemadaman listrik massal yang melumpuhkan sebagian besar wilayah Sumatera memicu kritik keras dari DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Organisasi mahasiswa itu mendesak Presiden Prabowo Subianto turun tangan dan mencopot Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, karena dinilai gagal menjaga ketahanan energi nasional.

Blackout yang terjadi Jumat malam (22/5) berdampak luas di wilayah Sumatera Bagian Utara hingga Sumatera Bagian Tengah, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, dan sebagian Sumatera Barat. Aktivitas masyarakat, fasilitas publik, jaringan telekomunikasi, hingga kegiatan ekonomi di sejumlah kota besar lumpuh pada jam sibuk malam hari.

DPP GMNI menyebut gangguan bermula dari kerusakan pada jalur transmisi Rumai–Muaro Bungo bertegangan 275 kV sekitar pukul 18.44 WIB. Gangguan itu kemudian memicu efek domino pada sistem interkoneksi kelistrikan Sumatera hingga menyebabkan padam total dalam hitungan menit.

Ketua DPP GMNI Bidang Geopolitik, Andreas H Silalahi, menilai peristiwa tersebut menunjukkan rapuhnya sistem transmisi listrik nasional.

“Ketika satu jalur transmisi terganggu lalu seluruh pulau ikut padam, ini menandakan manajemen kelistrikan berjalan tanpa mitigasi risiko yang matang,” tegas Andreas dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat malam.

Menurutnya, klaim surplus pasokan listrik di Sumatera tidak berarti jika jaringan transmisinya tidak memiliki jalur cadangan yang memadai. Ia menilai sistem interkoneksi terlalu bergantung pada satu koridor utama sehingga rentan ambruk ketika terjadi gangguan.

Atas kejadian itu, DPP GMNI menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni meminta Presiden Prabowo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap ketahanan energi nasional, mendesak pencopotan Dirut PLN, serta meminta PLN memberikan kompensasi otomatis dan transparan kepada pelanggan terdampak, khususnya pelaku UMKM.

Selain kritik, GMNI juga mendorong pemerintah melakukan audit independen terhadap sistem proteksi jaringan listrik Sumatera, mempercepat pembangunan jalur transmisi cadangan, hingga mengembangkan sistem smart grid dan pembangkit energi berbasis potensi lokal untuk mencegah blackout serupa terulang. (rel)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini