-->

Bobby Nasution Instruksikan Penanganan Tanggul Jebol Dalu-Dalu, Dinas SDA Bergerak Cepat

Sebarkan:

 

Plt Kadis SDA Sumut, Gibson Panjaitan menerima aspirasi Anggota DPRD Batu Bara, Syafi’i terkait percepatan penanganan tanggul jebol Sungai Dalu-Dalu yang mengancam sekitar 1.500 hektare lahan pertanian masyarakat, Selasa (19/5/2026). Istimewa/Hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Kerusakan tanggul Sungai Dalu-Dalu di Desa Sukaraja, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, yang terjadi sejak 2024, kini menjadi ancaman serius bagi ribuan hektare lahan pertanian warga.

Jebolnya tanggul tersebut memicu banjir dan erosi yang mengganggu aktivitas pertanian masyarakat di lima desa dan kelurahan. Sedikitnya 1.500 hektare lahan terdampak, terdiri dari sekitar 500 hektare lahan hortikultura cabai serta 10 hektare kolam perikanan milik warga.

Wilayah yang terdampak meliputi Desa Sukaraja, Desa Tanah Tinggi, Desa Tanah Rendah, Desa Sukaramai, hingga Kelurahan Indrapura.

Kondisi itu mendorong Anggota DPRD Batu Bara, Syafi’i, bersama rombongan mendatangi Kantor Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumut di Jalan Sakti Lubis, Medan, Selasa (19/5/2026), guna meminta percepatan penanganan.

Dalam pertemuan tersebut, Syafi’i menyampaikan keresahan masyarakat yang kehilangan produktivitas akibat rusaknya tanggul Sungai Dalu-Dalu. Ia meminta pemerintah segera melakukan rehabilitasi jaringan irigasi tersier sekaligus penanganan dampak banjir dari bendungan pintu air sungai tersebut.

“Masyarakat di sana sangat terdampak. Banyak petani tidak bisa lagi mengolah lahan karena banjir dan erosi. Produksi pertanian menurun drastis. Kami berharap Dinas SDA Sumut segera melakukan perbaikan,” ujarnya. 

Merespons aspirasi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDA Sumut, Gibson Panjaitan, menegaskan pihaknya telah menjadikan kerusakan tanggul Sungai Dalu-Dalu sebagai perhatian serius. Menurut Gibson, penyelamatan sekitar 1.500 hektare lahan pertanian menjadi prioritas pemerintah provinsi karena menyangkut ketahanan pangan masyarakat.

“Gubernur Sumut, Pak Bobby Nasution, telah menginstruksikan agar penanganan kerusakan tanggul ini segera dilakukan. Ini menjadi perhatian serius pemerintah provinsi,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini proses penanganan masih berada pada tahapan tender. Namun, pihaknya menargetkan pekerjaan fisik sudah dapat dimulai pada Juni 2026 agar dampak kerusakan tidak semakin meluas.

“Kiranya pada bulan Juni pekerjaan sudah dapat berjalan sehingga persoalan di lapangan bisa segera ditangani,” ujarnya.

Gibson juga menegaskan komitmen Dinas SDA Sumut untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan DPRD dalam memperkuat ketahanan pangan serta mengurangi risiko bencana banjir di Kabupaten Batu Bara.

Menurutnya, percepatan perbaikan tanggul Sungai Dalu-Dalu merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah Provinsi Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution dalam mendukung target swasembada pangan nasional. (rel/has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini