Peresmian fasilitas tersebut menjadi tonggak penting dalam peningkatan pelayanan kesehatan di Tapanuli Utara. Dengan hadirnya Cath Lab, tindakan kateterisasi jantung hingga pemasangan ring (stent) kini dapat dilakukan langsung di RSUD Tarutung.
Selain untuk penanganan penyakit jantung, fasilitas ini juga mendukung tindakan intervensi pembuluh darah otak bagi pasien stroke. Untuk menunjang operasional layanan tersebut, RSUD Tarutung telah menyiapkan dua dokter spesialis, yakni dr Erwin Sinaga, Sp.JP untuk pelayanan jantung dan dr Sri Ulina Barus, Sp.N untuk pelayanan neurologi.
“Dulu masyarakat yang membutuhkan pemasangan ring jantung harus dirujuk ke Medan, bahkan hingga Malaka. Kini layanan itu sudah bisa dilakukan di Tarutung. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa bagi pelayanan kesehatan di Tapanuli Utara,” katanya.
Menurutnya, pembangunan fasilitas kesehatan modern harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan yang ramah, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Karena itu, manajemen RSUD Tarutung diminta terus melakukan pembenahan agar kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan daerah semakin meningkat.
“Fasilitas yang baik harus diikuti pelayanan yang baik pula. Masyarakat harus merasa nyaman dan mendapatkan pelayanan terbaik ketika datang ke rumah sakit,” tegasnya.
Keberadaan Cath Lab melengkapi sejumlah fasilitas kesehatan modern yang telah dimiliki RSUD Tarutung sebelumnya, seperti CT Scan dan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Pemkab Taput menargetkan rumah sakit milik daerah tersebut menjadi pusat layanan kesehatan rujukan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan berkualitas.
Direktur RSUD Tarutung, dr Bobby Simanjuntak, mengatakan kehadiran Cath Lab akan memberikan dampak besar bagi percepatan penanganan pasien, khususnya kasus-kasus kegawatdaruratan jantung dan stroke yang membutuhkan tindakan segera.
“Layanan yang sebelumnya hanya tersedia di rumah sakit besar kini dapat diakses masyarakat lebih dekat dari tempat tinggalnya. Ini tentu mengurangi waktu tunggu penanganan sekaligus meringankan beban keluarga pasien,” ujarnya.
Ia menegaskan, Cath Lab bukan sekadar penambahan fasilitas rumah sakit, melainkan simbol kemajuan pelayanan kesehatan di Taput.
“Hadirnya Cath Lab membawa harapan baru bagi masyarakat. Kini layanan kesehatan modern, cepat, dan berkualitas semakin mudah dijangkau oleh warga yang membutuhkan,” ungkap Bobby.
Peresmian Cath Lab turut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Utara Deni Parlindungan Lumbantoruan, Sekretaris Daerah Henry M.M. Sitompul, para asisten, staf ahli, pimpinan perangkat daerah, tenaga kesehatan, serta sejumlah undangan lainnya. (os)
