-->

Duh! Stok Batubara PLTU Menipis, Pasokan Listrik Jawa-Bali Disebut Dalam Kondisi Siaga

Sebarkan:

 

Foto ilustrasi berita versi Artificial Intellegence atau AI. Istimewa/Hastara.id
JAKARTA, HASTARA.ID — Kekhawatiran terhadap pasokan listrik nasional kembali mencuat. Setelah sebelumnya isu gangguan kelistrikan terjadi di sejumlah daerah, kini sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) disebut menghadapi tekanan akibat menipisnya stok batubara di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Informasi yang dihimpun menyebutkan persediaan batubara pada sejumlah PLTU di wilayah Jamali berada dalam kondisi kritis dan hanya cukup untuk menopang operasi dalam waktu terbatas. Kondisi tersebut disebut berdampak pada menurunnya cadangan daya listrik, sehingga memaksa dilakukan pengaturan beban melalui pemadaman bergilir di beberapa daerah.

Sejumlah wilayah di Pulau Jawa dilaporkan mengalami gangguan pasokan listrik sejak awal pekan ini. Pemadaman terjadi di beberapa kawasan di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta hingga Jawa Timur.

Sumber internal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, hingga saat ini sistem kelistrikan Jamali belum mengalami blackout total. Namun, PLN disebut melakukan pengaturan distribusi daya untuk menjaga kestabilan sistem.

“Belum terjadi blackout, tetapi dilakukan pemadaman bergilir untuk pemerataan pasokan listrik yang tersedia. Bali dan Jakarta menjadi prioritas agar tetap terjaga pasokannya,” ujar sumber tersebut, Rabu (10/6/2026).

Dampak pemadaman mulai dirasakan masyarakat. Di Kota Bogor, Jawa Barat, warga mengaku mengalami gangguan listrik selama beberapa jam dalam sehari.

“Dari siang listrik padam, sempat menyala menjelang Magrib, lalu padam lagi sampai malam,” kata Suseno, warga Bogor.

Keluhan serupa juga muncul dari sejumlah kawasan di Yogyakarta, termasuk Gejayan dan Kaliurang, yang dilaporkan mengalami pemadaman bergilir dalam beberapa hari terakhir.

Ambil Langkah Cepat

Menanggapi kondisi tersebut, Koordinator Nasional Relawan Listrik untuk Negeri (Re-LUN), Teuku Yudhistira, mendesak pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk mencegah krisis kelistrikan yang lebih luas.

Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan vital yang menopang aktivitas masyarakat maupun sektor ekonomi nasional, terutama di Pulau Jawa yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Jika tidak segera ditangani, dampaknya bisa sangat luas terhadap aktivitas masyarakat, industri, hingga pelaku UMKM,” ujar pria yang akrab disapa Yudis kepada wartawan, Rabu (10/6/2026). 

Yudis mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun organisasinya, stok batubara pada PLTU milik PLN Group maupun Independent Power Producer (IPP) telah berada di bawah batas aman operasional.

Ia menyebut rata-rata stok batubara di PLTU PLN Group hanya tersisa sekitar 12 hari operasi (HOP), sementara sejumlah PLTU IPP memiliki cadangan sekitar 11 hari. Padahal, sesuai ketentuan internal PLN, stok ideal disebut tidak boleh berada di bawah 26 hari operasi.

Sejumlah PLTU di sistem Jamali yang disebut mengalami tekanan pasokan batubara antara lain PLTU Paiton, Pacitan, Tanjung Awar-Awar, Rembang, Indramayu, Adipala, Pelabuhan Ratu, Lontar, Labuan, dan Tanjung Jati. Sementara pada kelompok IPP, kondisi serupa dilaporkan terjadi di PLTU Paiton, Jawa Power, Cilacap, dan Celukan Bawang.

Diperkirakan Meningkat

Selain persoalan pasokan batubara, Yudis menyebut sistem kelistrikan Jamali saat ini juga menghadapi potensi defisit daya yang cukup signifikan. Menurut informasi yang diterimanya, defisit daya pada siang hari diperkirakan mencapai sekitar 750 megawatt (MW) dan berpotensi meningkat hingga 1.500 MW saat beban puncak malam hari.

Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak pada kelangsungan aktivitas masyarakat serta dunia usaha jika tidak segera diantisipasi. Di sisi lain, Yudhistira juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola sektor kelistrikan nasional, termasuk manajemen PLN, guna memastikan pasokan energi tetap terjaga dan kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan. (red)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini