TAPUT, HASTARA.ID — Ketua Dewan Pimpinan Cabang Relawan Perjuangan Demokrasi Kabupaten Tapanuli Utara (Repdem Taput), Alfredo Sihombing, memberikan apresiasi kepada Polres Taput atas keberhasilan mengungkap sejumlah kasus narkotika, termasuk menggagalkan pengiriman sabu seberat 8,4 kilogram yang diduga akan dikirim ke Kalimantan.
Menurut Alfredo, keberhasilan aparat kepolisian dalam memutus mata rantai peredaran narkoba tidak sekadar diukur dari banyaknya barang bukti yang disita, melainkan dari besarnya dampak yang diberikan dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika.
“Pemberantasan narkoba harus dimaknai lebih luas sebagai perlindungan terhadap masa depan generasi muda. Negara harus mampu menggagalkan peredaran narkotika sebelum masuk ke masyarakat. Bangsa ini jangan sampai kehilangan generasi terbaiknya akibat narkoba,” ujar Alfredo di Tarutung, Sabtu (6/6/2026).
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul keberhasilan Polres Taput bersama petugas Bandara Internasional Sisingamangaraja XII Silangit menggagalkan upaya pengiriman sabu seberat 8,4 kilogram pada Kamis (4/6/2026). Pengungkapan itu dinilai sebagai langkah strategis dalam mencegah meluasnya jaringan peredaran narkotika lintas daerah.
Alfredo menilai, meningkatnya pengungkapan kasus narkotika yang dilakukan aparat penegak hukum menunjukkan keseriusan negara dalam menghadapi ancaman narkoba yang semakin kompleks.
“Ketika pengungkapan kasus terus meningkat secara konsisten, itu menandakan negara tidak tinggal diam. Sistem deteksi, pemetaan ancaman, hingga tindakan di lapangan berjalan semakin efektif. Dalam persoalan narkoba, terlambat satu langkah saja bisa berarti ribuan anak muda terjerumus ke dalam kehancuran,” katanya.
Selain pengungkapan kasus sabu di Bandara Silangit, Alfredo juga menyoroti capaian Polres Taput dalam Operasi Antik Toba 2026 yang berlangsung selama 21 hari, mulai 13 Mei hingga 2 Juni 2026. Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengungkap sembilan kasus tindak pidana narkotika dan mengamankan 13 tersangka.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata komitmen Polres Taput dalam menjaga keamanan dan masa depan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika.
“Pemberantasan narkoba tidak bisa dihitung hanya dengan nilai ekonomi barang bukti yang disita. Yang sesungguhnya diselamatkan adalah kualitas manusia dan masa depan generasi bangsa. Uang bisa dihitung, tetapi generasi yang terselamatkan dari narkoba tidak ternilai harganya,” tegas Alfredo.
Ia berharap upaya pemberantasan narkoba terus diperkuat melalui sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat agar Tapanuli Utara terbebas dari ancaman narkotika.
“Atas capaian ini, saya memberikan apresiasi kepada Kapolres Taput AKBP Ernis Sitinjak beserta seluruh jajaran. Keberhasilan ini bukan hanya prestasi institusi, tetapi juga bentuk nyata penyelamatan bangsa dan generasi penerus,” pungkasnya. (os)
